Gejolak di Partai Demokrat
Marzuki Alie Punya Niat Lain, Bakal Hadir Dalam KLB Partai Demokrat
Termasuk mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku akan hadir di kongres luar biasa (KLB).
TRIBUNMANADO.COID,JAKARTA-Gonjang ganjing kubu Partai Demokrat terus berlanjut, sejumlah elit Demokrat dipecat lantaran diduga terlibat dalam rencana kudeta ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono.
Bahkan sudah berkembang hingga ke arah kongres luar biasa.
KLB semakin menguat, ditambah elit yang dipecat menyatakan akan hadir.
Meraka yang mengetahui seluk beluk partai berdiri.
Termasuk mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku akan hadir di kongres luar biasa (KLB).
Baca juga: Kaki Pria ini Tiba-tiba Lumpuh, Hal Mengerikan Ditemukan di Sarafnya
Ia akan meminta keanggotaannya di Partai Demokrat dipulihkan jika KLB tersebut memenuhi syarat pelaksanaan.
Marzuki dipecat pada 26 Februari 2021 karena dinilai telah melanggar etika partai.
"Kalau KLB ini memenuhi syarat, maka saya akan minta pulihkan keanggotaan saya," kata Marzuki saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/3/2021).
Berdasarkan AD/ART Partai Demokrat, KLB dapat digelar jika diminta oleh Majelis Tinggi Partai (MTP)
atau diminta oleh minimal 2/3 DPD, 1/2 DPC dan disetujui Ketua MTP yakni Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Marzuki, KLB akan digelar di Sumatera Utara, pada Kamis (4/3/2021) hingga Sabtu (6/3/2021).
"Saya baru dapat undangan sore ini, untuk hadir di KLB.
Karena saya sudah dipecat, tentu saya harus hadir," ucap mantan Ketua DPR itu.
Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan
kabar mengenai KLB yang digagas oleh sejumlah mantan kader dan sejumlah pihak.
Andi mengatakan, tim investigasi Partai Demokrat mendatangi sebuah hotel di Sumatera Utara.
Dari hasil temuan itu, tim mendapatkan sejumlah nama yang akan hadir dalam KLB,
antara lain Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Marzuki Alie dan Jhoni Allen.
"Setelah kami cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota.
Baca juga: Baru Menjabat, Gibran Hadapi Proyek Bangun Masjid Megah, Hadiah Pangeran Arab Untuk Jokowi
Maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti Jhoni Allen, Nazaruddin, Marzuki Alie,
Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua, dll," kata Andi dalam akun Twitternya @Andiarief_.
Adapun Marzuki Alie dan enam kader Demokrat telah dipecat secara tidak hormat oleh Partai Demokrat.
Mereka dianggap terlibat dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan partai.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan,
Marzuki Alie terbukti melakukan pelanggaran etika partai.
Marzuki dianggap bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya
secara terbuka di media massa tentang kebencian serta permusuhan kepada Partai Demokrat.
Baca juga: Sosok Falen Mariar, Pemain AC Milan Junior, Kini Jadi Anggota TNI
Ketua Bappilu Minta Bubarkan
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief meminta polisi membubarkan acara yang diduga sebagai kongres luar biasa (KLB).
Acara tersebut rencananya akan diselenggarakan di Sumatera Utara, Kamis (4/3/2021) hingga Sabtu (6/3/2021).
Menurut Andi, KLB digelar tanpa izin Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan diikuti oleh peserta ilegal.
"Polisi harus bubarkan kerumunan ilegal ini. Kalau tidak maka kader Demokrat
akan membantu polisi membubarkan," kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/3/2021).
Selain itu Andi juga meminta Presiden Joko Widodo tidak membiarkan acara tersebut terlaksana.
Andi menyebut acara tersebut akan diikuti oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Mantan Panglima TNI itu disebut Demokrat sebagai pihak eksternal
yang akan mengambil alih posisi Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Pak Jokowi jangan melakukan pembiaran adanya kudeta," ujarnya.
Sementara itu, dalam akun Twitter-nya, Andi menulis soal temuan tim Demokrat terkait rencana penyelenggaraan KLB.
Ia mengatakan, tim menemukan bukti tiket pesawat milik Moeldoko yang terjatuh di Bandara Internasional Soekarno Hatta ke Sumatera Utara.
"Mudah-mudahan pak Jokowi dan pak Mensesneg tidak tahu soal keberangkatan pak Moeldoko
ke Sumatera Utara dalam rangka mengambil alih kepemimpinan AHY di Partai Demokrat.
Demikian juga pak Profesor Mahfud MD dan pak Kapolri," tulis Andi di akun Twitternya @Andiarief_.
Andi juga membeberkan upaya sekelompok orang untuk melengserkan kepemimpinan AHY
itu akan dilakukan di sebuah hotel.
Ia mengaku timnya telah melakukan investigasi ke lokasi.
"Ya benar (di Sumatera Utara). Di Sibolangit, Deli Serdang.
Mengatasnamakan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI)," kata dia.
Andi menuturkan, tim menanyakan mengenai kegiatan yang mengatasnamakan Partai Demokrat kepada resepsionis hotel.
Namun, kata dia, resepsionis menjawab tidak ada kegiatan yang mengatasnamakan Demokrat di hotel tersebut.
Kemudian timnya meminta daftar tamu yang hadir dalam acara GAMKI tersebut.
Setelah dilihat, ada beberapa nama seperti Moeldoko hingga Marzuki Alie.
"Setelah kami cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota,
maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti Jhoni Allen, Nazaruddin, Marzuki Alie, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua, dan lain-lain," ungkap dia.
Isu KLB mencuat setelah mantan kader Partai Demokrat Darmizal menyebut
sejumlah pendiri dan kader senior partai tengah menyiapkan rencana itu.
"Agar ada perbaikan kinerja apabila ketua umumnya diganti melalui progres kongres luar biasa," kata Darmizal dalam konferensi pers di Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (27/2/2021), dikutip dari Kompas.tv.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Marzuki Alie Akan Hadir di KLB Demokrat, Minta Keanggotaannya Dipulihkan" dan "Isu KLB di Sumatera Utara, Andi Arief: Polisi Harus Bubarkan Kerumunan Ilegal"