Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Dari Awal Januari Angka Penganiayaan Anak dan Perempuan di Bolmong Sulut Capai 15 Kasus

Penganiayaan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, dinilai cukup tinggi berdasarkan data yang ada.

Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Siti Nurjanah
Kadis P3A Bolmong Farida Mooduto. 

Kepala Dinas PPPA Bolmong Farida Mooduto mengaku prihatin atas peristiwa bullyng yang terjadi di Kotamobagu.

Farida Mooduto kepada tribunmanado.co.id, Kamis (4/3/2021), menjelaskan, sebelumnya di Kabupaten Bolaang Mongondow juga pernah terjadi hal serupa pada awal tahun 2020 di SMK Bolaang, sehingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) dalam hal ini deputi perlindungan anak turun langsung ke Bolaang Mongondow.

"Alhamdulillah, sejak kejadian itu, Dinas PP dan PA Kabupaten Bolaang Mongondow gencar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sehingga kejadian seperti itu tidak terjadi lagi dan semoga tidak akan pernah terjadi lagi di Bolaang Mongondow," jelasnya.

Ia menambahkan, saat dirinya mendapat pemberitahuan, terkait video buli yang viral, dirinya langsung mengecek karena dialek dan aksen dari anak tersebut berasal dari Bolaang Mongondow Raya (BMR).

"Dan pada malam hari saya memdapat informasi akurat bahwa itu dari wilayah Kota Kotamobagu. Kejadian di Kota Kotamobagu memang menyedihkan, mengingat kita satu wilayah BMR, saya prihatin karena terjadi lagi kasus yang sama seperti tahun 2020," ujarnya.

Lanjutnya, mengingat di kondisi pandemi yang dalam proses belajar kebanyakan daring, menurutnya peran orang tua sangat penting dan menjadi perhatian kita semua, untuk dapat mengontrol dan memberi edukasi kepada anak.

"Kami dari dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bolaang Mongondow, merasa prihatin dengan kejadian seperti ini terjadi lagi di wilayah Bolaang Mongondow Raya," jelasnya.

Menurutnya, untuk memberikan efek jera kepada anak-anak, saya berharap kejadian tersebut diproses.

"Harapannya ini tidak akan terjadi lagi, sehingga tidak merusak citra Sulawesi Utara, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya," ucapnya.

Terkait kasus seperti itu, Farida mengajak, keluarga pihak korban dan pihak pelaku, untuk proaktif sehingga proses dapat berjalan dengan baik.

"Apabila pada akhirnya ada proses damai dari kedua pihak, saya berharap tetap ada efek jera bagi pelaku, sehingga kejadian seperti buli tidak terjadi lagi dan tidak dicontoh oleh anak-anak yang lain," jelasnya.

Menurutnya, apabila ini dibiarkan, akan menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak.

"Berharap Covid-19 segera berlalu, sehingga anak-anak memperoleh pendidikan langsung dan kontrol dari sekolah," harapnya. (ana)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved