Berita Bitung
Felly Runtuwene Pesan Ini ke Masyarakat, Terkait Disiplin Prokes dan Vaksinasi Covid-19
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene angkat bicara terkait masih banyak masyarakat Indonesia, khusus Kota Bitung Provinsi Sulut
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Komisi IX DPR RI Felly Runtuwene angkat bicara terkait masih banyak masyarakat Indonesia,
khusus Kota Bitung Provinsi Sulut yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Legislator cantik dari fraksi partai Nasdem ini bilang, satu di antara penyebab lonjakan kasus terkonfirmasi positif covid 19 di Indonesia karena kurang disiplin menerapkan prokes.
Tidak hanya bicara tentang disiplin masyarakat, melainkan ketersediaan fasilitas protokol kesehatan di tempat umum seperti pelabuhan misalnya.
Baca juga: Awali Kerja, Caroll Senduk dan Wenny Lumentut Ibadah Bersama Jajaran Pemkot Tomohon
Baca juga: Warga Bolsel yang Menolak Divaksin Tak Bakal Terima Bantuan Sosial
Baca juga: Michael Wattimena Ungkap saat Dirayu Jhoni Allen Kudeta AHY dan Janji Pertemukan Moeldoko
Di sisi lain kita harus menerapkan disiplin prokes, tapi bagaimana dengan kesiapan fasilitasnya.
Anggota DRP RI dari daerah pemilihan Sulut ini, mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan prokes dengan baik dan disiplin.
"Kepada mereka yang masih punya anggapan, covid 19 hanyalah akal-akalan dari sekelompok orang bahkan pemerintah.
Felly bilang orang yang seperti itu bertobat jo, jangan sampai mereka yang masih tidak percaya dengan virus ini, ketika kena fatal akibatnya," kata Felly saat diwawancarai Tribunmanado.co.id, di terminal penumpang Pelabuhan Samudera Bitung, Senin (1/3/2021).

Lanjutnya, terkait dengan bakal rampungnya periode pertama pemberian vaksinasi covid 19 yang akan dilanjutkan pada tahap kedua.
Menyasar masyarakat lanjut usia, pedagang, guru, tokoh agama, mereka yang langsung berhadapan dengan banyak orang.
Felly mengajak, masyarakat kiranya mengikuti aturan dan mekanisme terkait pelaksanaan vaksinasi covid 19.
Baca juga: Doni Monardo Donorkan Plasma Konvalesen, Mengaku Aman dan Tak Ada Efek Samping
Baca juga: Putra Kawanua Ventje Rumangkang Ternyata Pendiri Utama Partai Demokrat, Dialah yang Minta SBY
Khusus saat dilakukan screaning, masyarakat diharapkan memberikan informasi yang benar. "Jangan ada yang disembunyikan, karena akan berakibat dan berdampak pada masyarakat itu sendiri," tambahnya.
Dalam pelaksanaan screaning, klien atau calon penerima vaksin akan dilontarkan sejumlah pertanyaan.
Ada tiga pertanyaan jika dijawab Ya, bisa membuat warga di tunda pemberian vaksinnya.
Selain itu ada tahapan pengecekan tekanan darah, tak kalah pentinya juga.Jika tekanan darah diatas normal pasti akan tunda pemberian vaksinasi Covid 19.
Baca juga: Joune Ganda Minta Bantuan Pemprov Selesaikan Temuan TGR, Bisa Sebabkan Disclaimer
Baca juga: Ingat Mantan Artis Cilik Leony? Mengaku Tak Ingin Menikah, Pilih Minta Maaf Duluan ke Ibunya
Baca juga: Komisi Yudisial RI Buka Penerimaan Calon Hakim Agung RI, Ini Syaratnya