Insiden Nuansa Kuning
DPD PDI-P Sulut Soroti Insiden Nuansa Kuning Paripurna DPRD Tomohon, Senduk: Sekwan Belum Move On
Dalam paripurna yang digelar di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) UKIT ini, tampak begitu kental dengan nuasa kuning.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
Perspektif pertama bahwa masih melekat tradisi atau kebiasaan warna kuning di kota Tomohon.
"Hal ini tentunya wajar karena selama ini pemerintahan Kota Tomohon di dominasi oleh kuning."
"Sehingga agak kurang respect atau tidak biasa jika mengganti warna lain selain warna kuning," kata Kairupan.
Sedangkan perspektif yang kedua dinilai dari sisi etika politik menunjukkan belum memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan situasi dan kondisi kepemimpinan saat ini.
Sehingga bukan berarti kursi legislatif didominasi kuning lantas menunjukkan warna kuning, hal ini bisa dipersepsikan salah nantinya.
"Jika dipolitisir bisa saja diartikan bahwa menunjukkan sikap perlawanan terhadap kepemimpinan walikota dan wakil walikota yang baru atau juga bisa saja belum mampu untuk move on," jelas Dosen Fispol Unsrat ini.
Adapun sebagai Aparatur yang bekerja di lingkup Sekretariat Dewan seharusnya cerdas membaca situasi.
Serta menunjukkan sikap loyal profesional terhadap progress politik yang terjadi.
"Bukan bermaksud mempolitisasi ASN, tetapi ASN khususnya yang ada di Setwan, setidaknya dapat beradaptasi dengan perubahan yanh terjadi."
"Jika pernyataan dari kabag persidangan itu hanya dekorasi biasa, tetapi sangat tidak etis, istilah sehari-hari dapat dikatakan Sekwan dan Kabag seperti ba terek terhadap Wali dan Wawali yang baru," tukas Kairupan.
Mudah-mudahan saja Wali dan Wawali saat ini tidak menyimpan perasaan kecewa terhadap peristiwa ini.
"Karena sudah pasti konsekuensinya siap untuk diroling."
"Salut terhadap komitmen pejabat yg ada di setwan, yang tetap menunjukkan militansinya di kuning walaupun karir taruhannya," tandas Kairupan. (hem)