Breaking News
Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi Dinilai Langgar Prokes Saat Kunjungan ke NTT, Ini Komentar Mereka

Walhasil, kerumunan pun tak terhindarkan. Warga berdesak-desakan ingin melihat dari dekat Presiden.

Editor: muhammad irham
Isitmewa
Kerumunan Warga Sambut Jokowi di NTT 

Selain itu, dia menilai, insiden kerumunan itu terjadi karena Jokowi ingin menguji nyali Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penegakan hukum terkait pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

"Presiden mau menguji Kapolri, mantan ajudannya, apakah punya nyali tidak untuk menegakkan hukum, ada nyali tidak untuk menindak secara hukum Presiden yang jelas-jelas kasat mata melanggar aturan Prokes, aturan yang dibikin Presiden sendiri," ucapnya.

Berkaca dari kerumunan itu, Benny memandang, Jokowi justru hendak mempertontonkan diri sebagai orang yang tidak tunduk pada hukum.

Menurutnya, peristiwa kerumunan itu juga memperlihatkan masyarakat NTT rela mati dan mengorbankan diri untuk terpapar Covid-19 hanya untuk melihat langsung wajah Jokowi.

"Salut untuk Presiden Jokowi yang langsung menyapa rakyatnya tanpa takut terpapar Covid-19," ucap Benny.

Anggota Komisi III DPR RI itu pun meminta Kapolri berani menindak Jokowi. Ia mengingatkan bahwa semua warga negara Indonesia memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, termasuk Presiden RI.

"Kapolri harus menindak presidennya, semua orang sama di depan hukum, equality before the law. Presiden jika terlibat korupsi pun, Kapolri atau KPK atau Jaksa Agung harus berani periksa bila perlu tangkap dan tahan. Itu hukum kita, hukum di negara kita. Konstitusi tidak memberi kekebalan hukum apapun kepada presiden," kata Benny.

Tanggapan Epidemolog

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman mengatakan, seharusnya Jokowi sebagai presiden bisa memberikan contoh untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Ia menilai, di tengah pandemi Covid-19 ini apa yang dibutuhkan masyarakat adalah keteladanan dan contoh konsistensi atau komitmen mematuhi protokol kesehatan.

"Termasuk memberi contoh untuk pemerintah daerah di NTT baik provinsinya maupun kabupaten/kota, tentang pentingnya 5M."

"Selain 3M yaitu meminimalisir mobilitas, mencegah keramaian kerumunan. Itu contoh yang harus kita berikan," beber Dicky, Rabu (24/2/2021).

Namun, Dicky mengatakan contoh patuh protokol kesehatan bukan hanya dari sosok Presiden, melainkan siapapun.

Disisi lain, kerumunan yang muncul saat kedatangan Jokowi di Maumere pada Selasa (23/2/2021), dinilai Dicky berisiko tinggi.

Ia menegaskan bahaya Covid-19 juga masih bisa mengintai Jokowi meski sudah menerima vaksinasi.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved