Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Peneliti: Risiko Tertular Covid-19 Jauh Lebih Kecil Jika Gunakan Kacamata

Untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, pemerintah menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes)

Tayang:
Editor: muhammad irham
Freepik.com
Ilustrasi perempuan berkacamata menggunakan masker. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Untuk mencegah penularan Covid-19 di Indonesia, pemerintah menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes).

Prokes yang selalu dianjurkan yakni, menghindari kegiatan atau kerumunan orang di luar rumah, memakai masker dengan cara yang benar, jaga jarak dengan orang lain, dan rajin cuci tangan dengan sabun dan air.

Tak hanya itu, masih ada cara mencegah virus corona yang bisa Anda lakukan, yaitu dengan memakai kacamata.

Mengutip dari Eatthis.com, risiko terinfeksi Covid-19 tiga kali lebih kecil saat Anda menggunakan kacamata.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di situs pra-cetak medRxiv, studi melibatkan 304 pasien Covid-19.

Para peneliti melihat kebiasaan para pasien terkait penggunaan kacamata. Hasilnya, mereka yang memakai kacamata minimal delapan jam per hari memiliki risiko terinfeksi yang lebih kecil.

Umumnya, seseorang menyentuh wajah sebanyak 23 kali dan menyentuh mata sebanyak tiga kali dalam satu jam.

Kebiasaan itulah yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi Virus Corona. Sedangkan pengguna kacamata tidak menyentuh wajah dan mata sesering itu.

Sayangnya, masih banyak kekurangan yang dimiliki oleh penelitian itu. Mulai dari ukuran sampel yang terlalu kecil hingga waktu penelitian yang terlalu sebentar.

Melansir Eatthis.com, belum banyak ahli yang merekomendasikan pelindung kacamata sebagai pencegahan Covid-19.

Maka dari itu, tetaplah untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Usahakan pula untuk menjaga sistem imun tubuh agar tetap kuat.

Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rajin olahraga.

Meski tak ada larangan yang ketat, sebaiknya hindari berkunjung ke tempat-tempat dengan risiko penularan virus corona yang tinggi.

Misalnya, kafe, restoran, bar, kedai kopi, hotel, dan lain sebagainya.

Dampak Covid-19

Meski persentase pasien terinfeksi virus corona yang meninggal rendah, bukan berarti Anda bisa menyepelekan penyakit ini. Ada banyak dampak Covid-19 yang perlu Anda waspadai.

Salah satu dampaknya disebut dengan gejala “long hauler”. Sindrom “long hauler” adalah gejala Covid-19 yang masih dirasakan pasien meski sudah dinyatakan sembuh dari penyakit itu.

Mengutip dari Eatthis.com, sindrom tersebut dirasakan oleh 10% hingga 80% pasien Covid-19.

Sesak napas dan kemampuan fungsi indra penciuman serta pencecap yang menurun hanya sebagian kecil dari dampak infeksi virus corona.

Penelitian yang dilakukan oleh profesor di Indiana University, Natalie Lambert, Ph.D menunjukkan, ada dampak terburuk yang bisa Anda rasakan akibat Covid-19.

Gejala neurologis

Salah satu dampak Covid-19 terburuk adalah gejala neurologis. Ini bisa mengganggu sistem-sistem dalam tubuh Anda sehingga mengganggu aktivitas Anda secara keseluruhan. Maka dari itu, pencegahan Covid-19 wajib untuk Anda lakukan.

Gangguan memori

Dampak selanjutnya yang dialami oleh pasien Covid-19 adalah “barin fog”. Ini adalah salah satu kondisi yang mengganggu memori Anda. Anda akan kesulitan untuk berpikir, mengingat kata, menulis, atau hal lain yang biasanya mudah untuk Anda lakukan.

Kesulitan berjalan

Melansir Eatthis.com, infeksi virus corona dapat menyebabkan anggota tubuh mati rasa. Artinya, Anda akan kesulitan untuk berjalan atau menggerakkan bagian tubuh yang lain.

Hal itu tentu saja dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, apalagi aktivitas yang membutuhkan banyak gerakan tubuh.

Sakit kepala

Meski banyak orang yang mengalaminya, sakit kepala akibat infeksi virus corona cukup berbeda. Nyeri yang muncul akibat sakit kepala terasa lebih ekstrem hingga mengganggu aktivitas yang perlu Anda lakukan.

Jika Anda mengalami gejala Covid-19 tersebut, tetap lakukan konsultasi dengan dokter supaya kondisi kesehatan tak semakin parah. Selain itu, pastikan untuk terus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Batasi kegiatan di luar rumah, jaga jarak dengan orang lain, pakai masker dengan cara yang benar, dan rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Selain itu, pastikan untuk menjaga kebersihan lingkungan Anda dan lakukan hal-hal yang bisa menjaga sistem imun tubuh, seperti olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved