China Lawan Amerika
Joe Biden Ternyata Lebih Keras dari Trump, AS Semakin Ganas Tekan China, Minta Eropa Siap Perang
Amerika justru semakin ganas dalam menekan China, hal ini menunjukkan bahwa Amerika memang santimen terhadap China.
"Kita harus mengusir paksaan dan pelanggaran ekonomi China yang merusak dasar-dasar sistem ekonomi internasional," katanya.
Perusahaan China harus mematuhi standar transparan yang sama dengan perusahaan Amerika dan Eropa, tegasnya.
Selama minggu-minggu pertama pemerintahan baru.
Para pengamat di China telah mengamati dengan cermat setiap petunjuk tentang bagaimana Washington dapat digunakan untuk menangani Beijing di bawah Biden.
Sebelum pidato Biden, Perwakilan Michael McCaul, pejabat tinggi Republik di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS Meminta presiden untuk "bertindak berani dan bermakna" untuk memaksa pemerintah China bertanggung jawab.
"Teguran keras dan pembicaraan tidak lagi cukup," kata McCaul dalam sebuah pernyataan.

(FOTO: Joe Biden dan Xi Jinping pernah bertemu 9 tahun lalu/24h)
Pada saat yang sama, dia mengatakan bahwa sekutu AS masih waspada terhadap Washington setelah empat tahun kebijakan "America First" Trump, yang mempersulit sekutu untuk merundingkan kembali perjanjian, perdagangan, dan meningkatkan pembagian beban militer.
Analis mengatakan pidato presiden AS mencerminkan sikap yang semakin keras di AS.
Sementara di tempat lain bahwa banyak kebijakan Beijing di bawah Presiden Xi Jinping telah menjadi berbahaya.
Mengenai masalah kebijakan luar negeri yang mendesak, Biden telah menunjukkan bahwa pemerintahannya akan menuju ke arah yang sama sekali berbeda dari pendahulunya.
Pada 18 Februari, pemerintah AS mengatakan negara itu terbuka untuk kemungkinan melanjutkan pembicaraan diplomatik dengan Iran mengenai program nuklirnya yang kontroversial.
Sementara itu, Biden memilih Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya sehari kemudian.
SUMBER:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/joe-biden-dan-xi-jinping-1212121.jpg)