Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tokoh Nasional

Kisah Pasukan Harimau, Pasukan Elit Zaman Soekarno yang Ditakuti Belanda, Ini Sejarahnya

Pasukan Harimau Indonesia sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang,dimulai saat Presiden Soekarno lakukan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Kolase Travelingyuk/ist
ilustrasi pasukan harimau 

Komandan Pasukan Harimau Indonesia Indonesia adalah Muhammad Syah, Wakil Komandan Robert Wolter Mongisidi, dan Maulwi Saelan sendiri menjabat sebagai Kepala Staf.

Pasukan Harimau Indonesia Indonesia memiliki taktik dan strategi tempur khusus.

Sebagaimana dituliskan dalam buku Maulwi Saelan: Penjaga Terakhir Seokarno.

Baca juga: Sosok Nenek Maia Estianty, Ternyata Istri Pertama Presiden Soekarno, Ini Kisahnya

Disebutkan bahwa Pasukan Harimau Indonesia Indonesia menyerang dan merampas persenjataan pasukan Belanda

dengan target individu atau kelompok kecil serdadu NICA, KNIL, polisi, kaki tangan Belanda, serta gudang amunisi.

Jika digambarkan di zaman sekarang, Pasukan Harimau Indonesia Indonesia bisa disamakan seperti pasukan khusus yang bertempur secara senyap.

Mereka mahir melaksanakan sabotase sasaran vital musuh,

menimbulkan ketakutan dan kepanikan terhadap kehidupan sehar-hari pasukan Belanda,

menghadang distribusi logistik, dan lainnya.

Oleh sebab itu, pasukan yang dibentuk di Makassar ini sangat populer di era Perang Kemerdekaan.

Robert Wolter Mongisidi yang merupakan personel Pasukan Harimau Indonesia Indonesia yang paling ditakuti Belanda memang berhasil ditangkap dan kemudian dihukum mati pada 5 September 1949.

Ketika akan dieksekusi Mongisidi menolak memakai penutup mata dan tetap meneriakkan pekik “Merdeka!” sebelum peluru regu tembak menerjangnya.

Di era Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto,

sosok Mongisidi kembali populer setelah kisah perjuangannya dibuat film bertajuk Tapak-Tapak Kaki Wolter Mongisidi (1982).

Selain diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 1973,

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved