Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tokoh Nasional

Kisah Pasukan Harimau, Pasukan Elit Zaman Soekarno yang Ditakuti Belanda, Ini Sejarahnya

Pasukan Harimau Indonesia sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang,dimulai saat Presiden Soekarno lakukan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Editor: Alpen Martinus
Kolase Travelingyuk/ist
ilustrasi pasukan harimau 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Indonesia memang dikenal memiliki pasukan yang kuat dan tangguh sejak dulu.

Bahkan Indonesia pernah memiliki pasukan yang lebih hebat dari saat ini.

Mereka memang belum memiliki peralatan tempur yang mumpuni, tapi punya strategi yang hebat.

Indonesia ternyata pernah memiliki Pasukan Harimau Indonesia yang menjadi penjaga terakhir Soekarno.

Pasukan Harimau Indonesia ini rupanya memiliki kekuatan tak kalah hebatnya dengan Kopassus.

Pasukan Harimau Indonesia sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang,

dimulai saat Presiden Soekarno lakukan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Baca juga: Sosok Cinta Sejati Bung Hatta, Dilamarkan Bung Karno, Ini Kisahnya

ilustrasi pasukan harimau
ilustrasi pasukan harimau (Istimewa via Tribun Jambi)

Oleh sebab itu, pasukan NICA dan KNIL yang sudah dibebaskan oleh pasukan Jepang memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil alih kekuasaan.

Pasukan NICA dan KNIL yang dengan cepat melakukan konsolidasi itu langsung memiliki pengaruh karena didukung

persenjataan hasil rampasan dari pasukan Jepang yang sudah menyerah kepada Sekutu.

Pada 24 September 1945, pasukan Sekutu (Australia-Belanda) mendarat di Makassar untuk melaksanakan misi pembebasan tawanan pasukan Belanda yang ditahan Jepang.

Selain itu, mereka juga melucuti persenjataan pasukan Jepang.

Pasukan Sekutu juga membekali diri dengan 'surat sakti', yakni Perjanjian Postdam yang ditandatangani pada 26 Juli 1945.

Perjanjian itu berisi bahwa 'wilayah yang diduduki musuh' atau occupied area harus dikembalikan kepada penguasa semula.

Jika isi perjanjian Postdam dikaitkan dengan Indonesia, artinya pasukan Jepang harus mengembalikan Indonesia kepada Belanda.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved