Breaking News:

RHK Minggu 21 Februari 2021

BACAAN ALKITAB - Berdoa di Mezbah Tuhan

Hal berdoa kepada Tuhan, adalah hal yang hakiki dalam hidup manusia. Apa saja dalam hidup manusia selalu dibawa dalam doa.

internet
Ilustrasi renungan 

2 Tawarikh 6:12-13
"Kemudian berdirilah ia di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, lalu menadahkan tangannya;
— karena Salomo telah membuat sebuah mimbar tembaga yang panjangnya lima hasta, lebarnya lima hasta dan tingginya tiga hasta, yang ditaruhnya di halaman —; ia berdiri di atasnya lalu berlutut di hadapan segenap jemaah Israel dan menadahkan tangannya ke langit,"
----------------------------------------

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hal berdoa kepada Tuhan, adalah hal yang hakiki dalam hidup manusia. Apa saja dalam hidup manusia selalu dibawa dalam doa. Manusia dapat saja berdoa dalam berbagai kon-disi, entah itu secara formil lewat ungkapan kata-kata ataupun suatu bentuk ungkapan hati.

Ada ungkapan berkata “doa adalah nafas hidup” namun apakah semua doa sama? Jelas doa orang percaya berbeda dengan orang yang tidak percaya.

Doa dan mezbah adalah dua hal yang hakiki dan berpengaruh dalam kehidupan umat Israel. Di mezbah itu umat Israel yakin akan kehadiran Tuhan, dan di situlah umat Tuhan percaya mereka dapat berkomunikasi dengan Tuhan. Itulah sebabnya ketika Salomo mengawali pemerintahannya, ia datang merendahkan diri di hadapan Tuhan, ia berdoa dan membawa persembahan di mezbah Tuhan.

Salomo sebagai raja menjadi contoh yang tepat bagi orang percaya, sebab sekalipun dia memiliki kekuasaan dan kekayaan, tapi dia rela merendahkan diri di mezbah Tuhan karena percaya akan penebusan dan pembaharuan hidup. Ada dua hal yang penting terkait dengan Doa: Pertama, di mezbah Tuhan orang merendahkan dirinya pada Tuhan. Kedua, kor-ban persembahan, pengakuan akan kekuasaan Tuhan, penyangkalan diri dan penebusan menjadi pusat dalam doa.

Sebagai keluarga Kristen, kita menghadapi berbagai macam tantangan dan pergumulan. Kadangkala ada ketakutan dan keraguan ketika memulaikan sesuatu yang baru atau berhadapan dengan tantangan. Sering orang percaya pasrah dan tidak memiliki semangat untuk membaharui kehidupan, sehingga jati diri sebagai orang percaya tidak lagi terlihat. Sebagai orang percaya kita memiliki mezbah yang ajaib, Dialah Yesus Kristus.

Pengorbanan telah dikerjakan-Nya untuk pene-busan bagi kita, supaya orang percaya hidup dalam pemba-haruan. Karena itu hendaknya orang percaya merendahkan diri dibawah salibnya untuk penebusan dan pengampunan dan membawa segala pergumulannya bahkan pergumulan sesama kita kepada-Nya. Ingatlah kata Yesus “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan mem-berikan kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Karena itu, bawalah doa mu kepada-Nya. Amin

DOA: Ya Tuhan ajarlah kami merendahkan diri, berilah kami hikmat supaya memahami akan pengorbanan–Mu supaya hidup kami senantiasa untuk kemuliaan–Mu. Amin

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved