Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Dubai

Pengakuan Terbaru Putri Latifa, Anak Syekh Dubai Disekap Keluarga, Dibius Tentara, Ini Kisahnya

Ayah Putri Latifa adalah penguasa Dubai sekaligus Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA).

Editor: Aldi Ponge
DOK PRINCESS LATIFA via BBC INDONESIA
Latifa merekam video pada 2018 dan disiarkan ketika ia gagal melarikan diri. 

Kisah penangkapan dan penyekapan Latifa diungkap kepada Panorama oleh teman dekat Latifa, Tiina Jauhiainen, sepupu Marcus Essabri dan pegiat David Haigh, yang membentuk gerakan Free Latifa, atau Bebaskan Latifa. 

Mereka mengatakan, mereka mengambil keputusan sulit untuk mengeluarkan pesan-pesan itu karena khawatir atas keselamatan Latifa.

Mereka inilah yang dapat menjalin kontak dengan Latifa di tengah penyepakannya di vila di Dubai, dengan jendela berterali dan penjagaan polisi.

Panorama secara independen memverifikasi rincian tempat Latifa disekap.

Syeikh Mohammed berhasil membangun kota itu namun para pegiat hak asasi mengatakan tak ada toleransi terhadap mereka yang menentang penguasa dan sistem peradilan dapat mendiskriminasikan perempuan.

Syeikh Mohammed memiliki usaha balap kuda dan sering menghadiri acara besar termasuk Royal Ascot di Inggris, dan pernah berfoto dengan Ratu Elizabeth II.

Namun sang syeikh sering menghadapi kritikan berat terkait perlakuan terhadap Putri Latifa dan ibu tirinya, Putri Haya Bint Al Hussain, yang lari ke London pada 2019 dengan dua anaknya. 

Lari dengan kapal

Latifa, kini berusia 35 tahun, pertama mencoba lari pada usia 16 tahun setelah mengontak pengusaha Perancis Herve Jaubert pada 2011, dengan menyusun rencana pelarian. Ia dibantu oleh Jauhiainen, yang sebelumnya adalah instruktur capoeira, seni bela diri Brasil.

Pada 24 Februari 2018, Latifa dan Jauhiainen dengan kapal karet dan jet ski berupaya menuju ke perairan internasional, tempat Jaubert menunggu dengan kapal pesiar berbendera Amerika Serikat.

Namun delapan hari kemudian, di lepas pantai India, kapal itu diserbu tentara. Jauhiainen mengatakan, mereka menggunakan granat asap agar dia dan Latifa keluar dari tempat persembunyian di kamar mandi di dek bawah dan mereka ditodong dengan senjata.

Latifa dibawa ke Dubai dan tak terdengar lagi nasibnya sejak itu sampai sekarang.

Jauhiainen dan awak kapal dibebaskan setelah dua minggu ditahan di Dubai.

Pemerintah India tak pernah berkomentar apa peran mereka dalam insiden itu.

Sebelum mencoba melarikan diri pada 2018, Latifa merekam video lain yang diunggah di YouTube setelah ia ditangkap.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved