Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Dubai

Pengakuan Terbaru Putri Latifa, Anak Syekh Dubai Disekap Keluarga, Dibius Tentara, Ini Kisahnya

Ayah Putri Latifa adalah penguasa Dubai sekaligus Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA).

Editor: Aldi Ponge
DOK PRINCESS LATIFA via BBC INDONESIA
Latifa merekam video pada 2018 dan disiarkan ketika ia gagal melarikan diri. 

TRIBUNMANADOO.CO.ID - Pengakun terbaru Latifa Al Maktoum, putri penguasa Dubai Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum yang mengaku disekap saat mencoba kabur pada 2018 silam,

Dilansir Miami Herald, Selasa (16/2/2021), Putri Latifa mengisahkan bahwa dirinya dilarang pergi keluar atau berkomunikasi dengan orang lain.

Ayah Putri Latifa adalah penguasa Dubai sekaligus Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga: Daftar Sumber Kekayaan Jennifer Jill, Sosialita Kaya Raya Istri Ajun Perwira yang Ditangkap Narkoba

Latifa Al Maktoum mengatakan, ayahnya memerintahkan agar dia ditahan dengan alasan yang tidak jelas, setelah dia gagal melarikan diri, BBC melaporkan.

Latifa lantas merekam beberapa video di kamar mandi di vila tempatnya ditahan, lalu mengirimkannya ke kawan-kawannya dan kelompok Free Latifa. Video tersebut lalu dibagikan ke BBC.

Putri Kerajaan Dubai, Sheikha Latifa Mohammed Al Maktoum. 
Putri Kerajaan Dubai, Sheikha Latifa Mohammed Al Maktoum.  (ThePrint)

“Setiap hari, aku khawatir tentang keselamatan dan nyawaku,” kata Latifa dalam sebuah video.

“Aku tidak benar-benar tahu apakah aku akan selamat. Polisi mengancamku bahwa aku akan dipenjara seumur hidup dan aku tidak akan pernah melihat matahari lagi," imbuh Latifa.

BBC melaporkan, Latifa sempat mencoba melarikan diri dari negara itu pada 2018. Namun, para tentara menangkapnya saat dia mencoba kabur dengan kapal dan membawanya secara paksa kembali ke penyekapan.

Latifa dapat merekam video tersebut karena kawan-kawannya, termasuk pelatih seni bela diri Tiina Jauhiainen dan sepupu Marcus Essabri, menyelundupkan ponsel kepadanya.

Dari situlah Latifa bisa merekam video tersebut dan membagikannya, menurut laporan BBC.

Kawan-kawan Latifa mengatakan kepada BBC bahwa mereka memutuskan untuk memublikasikan rekaman tersebut setelah tidak mendengar kabar dari Latifa untuk waktu yang lama.

 
"Aku tidak ingin menjadi sandera di vila penjara ini. Aku hanya ingin bebas,” kata Latifa dalam video lain yang dirilis.

"Aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan denganku. Jadi situasinya semakin menyedihkan setiap hari," ujar Latifa.

Syekh Mohammed
Syekh Mohammed (AFP/FAYEZ NURELDINE)

Latifa, salah satu dari banyak anaknya, kali pertama mencoba meninggalkan Dubai pada 2002 saat berusia 16 tahun.

Dia kembali berupaya kabur dari Dubai pada 2018 dengan dibantu Jauhiainen dan mantan mata-mata Perancis Herve Jaubert.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved