Breaking News:

Sinyo Harry Sarundajang

Fenomena Unik, Kabut Tebal Selimuti Lokasi Pemakaman Sinyo Harry Sarundajang

Fenomena alam tersebut terjadi beberapa saat sebelum almarhum dimakamkan.

ist
Lokasi pemakaman almarhum Dr Sinyo Harry Sarundajang yang diselimuti kabut tebal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lokasi pemakaman almarhum Dr Sinyo Harry Sarundajang di Desa Tompaso Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, diselimuti kabut, Kamis (18/2/2021) sore.

Fenomena alam tersebut terjadi beberapa saat sebelum almarhum dimakamkan.

Selain kabut pekat, lokasi pemakaman juga diguyur hujan gerimis dan disertai angin kencang.

Kepergian Dr Sinyo Harry Sarundajang untuk selama-lamanya menyisakan duka bagi banyak orang di Sulawesi Utara.

Sebagai penghormatan bagi almarhum yang pernah menjabat Gubernur Sulawesi Utara periode 2005-2015, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mengabadikan namanya sebagai nama jalan penghubung Kecamatan Ratatotok–Tombatu.

Bupati Mitra James Sumendap SH, saat melayat ke rumah duka, Selasa (16/2/2021) mengatakan, nama Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) telah diabadikan sebagai nama jalan Ratatotok-Tombatu sepanjang 17 kilometer.

Keputusan ini merupakan hasil rapat bersama Pemkab Mitra. Sebab menurutnya, pembuatan jalan penghubung Ratatotok-Tombatu memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan almarhum SHS yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sulut.

“Jalan penghubung Ratatotok-Tombatu merupakan gagasan beliau (SHS) ketika datang ke Tombatu dan harus disyukuri bisa terealisasi,” pungkas Bupati Mitra dua periode ini.

Wafat di Usia 76 Tahun

Sinyo Harry Sarundajang meninggal dunia pada Sabtu, 13 Februari 2021, pukul 00.31 WIB, di RS Siloam, Jakarta, di usai 76 tahun.

Halaman
12
Editor: muhammad irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved