Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Populer

POPULER Manado: Jenazah Sarundajang Disambut Isak Tangis | Wanita Cantik Ini Sulit Lupakan Sinyo

Tangis keluarga pecah. Istri Deetje Tambuwun, Vanda, Eva menangis meraung raung. Ivan coba tegar tapi air mata tetap jebol juga.

Tribun manado / Andreas Ruaw
Kedatangan Jenazah Mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang di Kota Manado mendapat pengawalan ketat dari tim gabungan TNI Polri. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua berita Manado hari ini populer di laman ini. 

Pertama berita tentang jenazah Sarundajang  disambut isak tangis.

Kedua berita tentang wanita cantik yang pernah jadi calon Wali Kota Bitung ini ungkap alasan sulit melupakan mendiang Sarundajang.

Berikut masing-masing berita selengkapnya:

1. Jenazah Mantan Gubernur Sulut Sarundajang Disambut Isak Tangis

Jenazah mantan Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang ( SHS ) tiba di rumah duka di Kota Manado, Senin (15/2/2021) sekira pukul 17.10 Wita.

Rumah duka berada Kelurahan Winangun 2, Kecamatan Malalayang.

Penyambutan jenazah Dubes Indonesia untuk Filipina itu dilakukan sesuai protokol Covid-19.

Undangan dibatasi. Yang masuk harus rapid tes.

Rombongan keluarga dan pengantar jenazah disterilkan.

Juga peti hingga bunga, tamu dari Jakarta menjalani rapid tes.

Warga dilarang mendekat ke peti jenazah sebagai bentuk protokol Covid-19.

Amatan Tribun, tangis pecah ketika mobil yang membawa jenazah memasuki rumah duka.

Hadirin menangis dan memanggil manggil nama SHS.

Suasana di rumah duka Sinyo Harry Sarundajang
Suasana di rumah duka Sinyo Harry Sarundajang (Tribun manado / Arthur Rompis)

Tangis keluarga pecah. Istri Deetje Tambuwun, Vanda, Eva menangis meraung raung.

Ivan coba tegar tapi air mata tetap jebol juga.

Jenazah SHS diturunkan diiringi lagi Country rohani kesukaannya.

Anggota TNI lantas menggotong peti SHS ke dalam rumah.

Penyambutan jenazah SHS sesuai protokol Covid-19.

Sinyo Sarundajang Meninggal dunia pada Sabtu (13/2/2021) dini hari di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Sinyo menjabat sebagai Dubes RI untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau sejak 2018 hingga 2021.

Semasa hidupnya, Sarundajang pernah menjadi anggota Dewan Pers dari unsur tokoh masyarakat.

Ia juga diketahui pernah mengikuti konvensi calon presiden Partai Demokrat tahun 2013.

Sinyo memiliki latar belakang pendidikan S2 Ahli Administrasi Teritorial pada Institute International Administration Publique Francis. Selain

itu, ia juga meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Doktor HC Bidang Perdamaian dari UIN Malang.

Sinyo mengawali karier birokrasinya sebagai Kepala Biro Pemerintahan di Setda Provinsi Sulawesi Utara 1977. (Arthur Rompis)

2. Alasan Wanita Cantik Victorine Lengkong Sulit Lupakan Sinyo Sarundajang

Meninggalnya Sinyo Sarundajang meninggalkan duka bagi banyak masyarakat Sulut.

Satu di antaranya adalah Victorine Lengkong yang pernah maju sebagai calon Wali Kota Bitung pada Pilkada Bitung 2020 lalu.

Cerita Victorine Lengkong, mendiang Sarundajang punya andil besar dalam kariernya.

Ia akhirnya masuk di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ( STPDN ) hingga menjadi seorang ASN tak lepas dari peran Sarundajang.

"Waktu itu tahun 1997. Sesusai ujian sekolah (dulu Ebtanas), saya ditanya Pak Sarundajang. Waktu itu, ia  Wali kota Bitung," cerita mantan Kadis Pariwisata Kota Bitung ini kepada tribunmanado.co.id, Minggu (14/2/2021).

"Mau lanjut kuliah dimana? Saya jawab mau masuk kedokteran atau teknik sipil," tambah Orin, sapaannya.k

Sontak Sarundajang mengusulkan agar Orin melanjutkan ke STPDN.

Sebagai seorang pemimpin yang ingin punya generasi penerus yang berprestasi, Sarundajang menjelaskan alasannya menyodorkan Orin masuk ke STPDN.

"Waktu itu saya ingat sekali. Ia bilang. Masuk di STPD agar suatu saat bisa gantikan dia menjadi Wali Kota Bitung," katanya.

Pembicaraan antara Orin dan mendiang Sarundajang kala itu berlangsung di Kantor Wali Kota Bitung di Jalan Sam Ratulangi, Bitung.

Tawaran mendiang Sarundajang ke Orin untuk masuk STPDN akhirnya diikuti.

Lanjut Orin bercerita, tawaran dari Wali kota Bitung Sarundajang agar masuk STPDN karena sosok Orin sudah sebagai siswa berprestasi di bidang menyanyi,

organisasi dan seni sejak masih sekolah.

Orin kerap menjadi langganan Kota Bitung diutus ke tingkat provinsi, nasional hingga internasional.

Tak berhenti sampai di situ, Orin dan mentornya kembali bertemu di kampus STPDN Jatinagor.

Kala itu mendiang Sarundajang sebagai Irjen Departemen Dalam Negeri (Depdageri), memberikan kuliah umum di STPDN.

Bersama siswa STPDN utusan Sulut, Sarundajang banyak memberikan wejangan dan motivasi serta semangat.

"Beliaulah yang memperkenalkan saya dengan STPDN. Berkat dukuan orang tua dan nilai yang bagus saat bersekolah, bisa lulus di STPDN dan menjadi ASN. Saya dan keluarga sangat berterima kasih kepada beliau," kata dia.

Tahun 2001 Orin bersama 14 siswa 4 di antaranya perempuan lulus, dari 400 siswa yang ikut pendidikan di STPDN.

"Kita lulus mewakili Kota Bitung. Karena 15 ini ada dari Manado, Sanger, Minahasa, Gorontalo (blm pisah) dll," ujarnya.

Di mata Orin, mendiang Sarundajang merupakan sosok pemimpin yang baik dan punya visi melahirkan kader pemimpin di generasi berikutnya.

STPDN adalah sekolah kedinasan. Mereka yang mengenyam pendidikan di sana tidak perlu mengeluarkan dana pribadi.

Malahan sementara kuliah digaji sejak tingkat pertama.

"Jadi bisa kuliah tanpa merepotkan orangtua lagi," kata dia.

Orin mengaku sempat melayat di Rumah Duka Sentosa, Komplek RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Di sana Orin menyampaikan rasa duka kepada istri almarhun SH Sarundajang Ny Deetje Adelin Sarundajang Laoh Tambuwun serta kepada sejumlah anak-Nak mendiang Sarundajang.

Pembicaraan itu nyaris menjadi kenyataaan.

Kalau saja Orin yang mencalonkan diri sebagai calon Wali kota Bitung berpasangan dengan Gunawan Pontoh, menang di Pilkada 2020.

Di Pilkada 2020 pasangan calon yang menggunakan nomor urut 2 itu harus puas berada di posisi ketiga.

Sang jawara Pilkada Bitung adalah pasangan Ir Maurits Mantiri MM - Hengky Honandar SE.

Urutan kedua adaah pasangan Maximiliaan Jonas Lomban - Martin D Tumbelaka. (Christian Wayongkere) 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved