Breaking News:

Nasional

Kesaksian Istri yang Suaminya Dianiaya Oknum Polisi di Lapas: Wajahnya Tidak Seperti Orang Lagi

"Suami saya dihajar pakai besi. Mulutnya dilakban. Dia disiksa, disulut rokok sampai kencingnya berdarah."

Regional Kompas
Ilustrasi Polisi Menembak 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kekerasan yang diterima oleh narapidana di lapas merupakan hal yang dianggap lazim meskipun tak banyak orang yang tahu.

Padahal, tak sedikit tindakan tersebut justru menghilangkan nyawa narapidana di tahanan.

Sejumlah kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh polisi kepada narapidana kembali mencuat.

Awal Februari ini, setidaknya dua orang kehilangan nyawa pada proses penangkapan dan saat berada di tahanan, padahal keduanya belum terbukti bersalah.

Ilustrasi penjara.
Ilustrasi penjara. ((.))

Lembaga advokasi hak asasi manusia menyebut aparat kepolisian terlibat dalam puluhan kasus penyiksaan terhadap terduga pelaku kejahatan selama setahun terakhir.

Penindakan di lingkup internal melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dianggap bukan solusi menghentikan tren 'penghakiman di luar pengadilan' itu.

Revisi Kitab Hukum Acara Pidana yang memuat pengawasan eksternal dinilai satu-satunya jalan menghentikan kekerasan dalam penangkapan dan penahanan.

Di sisi lain, kepolisian mendorong anggotanya lebih memahami prosedur dan terus melatih kemampuan menembak agar 'upaya melumpuhkan tidak berujung mematikan'.

Dua orang yang tewas saat dan usai dibekuk polisi adalah Herman di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Deki Susanto di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Baca juga: Bersitegang di Laut China Selatan, China dan AS Ikuti Latihan Militer Gabungan di Pakistan

Baca juga: Duterte kepada Amerika: Ingin Mempertahankan Perjanjian Pasukan Kunjungan? Anda Harus Bayar

Herman tewas di dalam tahanan polisi setelah dituduh mencuri telepon genggam.

Halaman
1234
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved