Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Nyeri Otot, Mengigil Ternyata Masuk Gejala Covid-19, Penderita Menyangka Influenza

Ternyata beberapa gejala virus Corona atau Covid-19 mirip dengan gejala Influenza. Hal ini yang sering membuat orang yang terpapar

Editor: Aswin_Lumintang
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Ternyata beberapa gejala virus Corona atau Covid-19 mirip dengan gejala Influenza. Hal ini yang sering membuat orang yang terpapar virus Corona tak menyadari dan mengabaikannya.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan miripnya gejala virus corona (Covid-19) dengan influenza, membuat angka mereka yang terinfeksi virus ini semakin meningkat.

Hal ini karena mereka tidak menyadari gejala seperti nyeri otot hingga menggigil juga berpotensi menunjukkan gejala Covid-19.

Kendati Telah Menerima Vaksinasi Potensi Untuk Menularkan Covid-19 Bisa Tetap Terjadi Jika Tidak Menaati Protokol Kesehatan
Kendati Telah Menerima Vaksinasi Potensi Untuk Menularkan Covid-19 Bisa Tetap Terjadi Jika Tidak Menaati Protokol Kesehatan (Tribunnews)

"Makanya ini yang membuat kenapa Covid ini berbahaya, dalam artian orang nggak aware, nggak menyadari, karena kan siapa yang nggak pernah nyeri otot, pegal-pegal, kita kalau mau kena flu ya begitu juga," ujar Dicky, kepada Tribunnews, Jumat (12/2/2021).

Penyakit influenza di berbagai negara pada umumnya memiliki gejala yang sama, namun karena gejala Covid-19 ini serupa dengan influenza, maka banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa mereka mungkin saja terinfeksi Covid-19.

"Nah gejala-gejala ini karena udah biasa untuk masyarakat, tidak hanya di Indonesia, di berbagai negara kan kena ke flu ya seperti itu," jelas Dicky.

Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini tentunya tidak menunjukkan tanda fisik seperti penyakit cacar maupun demam berdarah.

Sehingga masyarakat pada umumnya akan menganggap biasa gejala yang dialami saat mulai terinfeksi Covid-19, karena mereka beranggapan hanya terkena influenza biasa.

Namun masyarakat bisa mulai menyadari jika gejala yang mereka rasakan itu menunjukkan level cukup berat, yakni gangguan nafas.

"Nah ini yang beda, misalnya kalau cacar ada bintik bintik, atau misalnya demam berdarah ada sampai mimisan seperti itu. Nah (Covid-19) ini gejalanya hampir mirip kayak flu-flu begitu bagi yang ringan, tapi bagi yang (gejala) berat nanti ada gangguan nafas," papar Dicky.

Karena itu, untuk menekan angka mereka yang terinfeksi Covid-19, kata Dicky, protokol kesehatan 5M perlu dilakukan secara disiplin oleh masing-masing individu.

"Dan inilah sebabnya kita harus berprinsip bahwa bisa membawa virus ini sampai terbukti sebaliknya. Sehingga kita harus melakukan upaya pencegahan (melalui) 5M itu ya," tegas Dicky.

Mulai dari Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak minimal 2 meter, Membatasi mobilitas dan interaksi serta Menjauhi keramaian.

Baca juga: SHS Berpulang, Herson Mayulu Sebut Sulut Kehilangan Figur Birokrat dan Politisi Handal

Baca juga: Deddy Corbuzier hingga Nikita Mirzani Sindir KPI, Andre Taulany Tes Melawak Pakai Masker

"Maskernya kalau sekarang sih yang 2 lapis lah kalau masker kain, kalau bisa pakai masker bedah. Kemudian jaga jarak sekarang minimal dua meter, kalau perlu lebih dari dua meter lebih bagus, karena dua kali lebih protektif," papar Dicky.

Dicky selanjutnya menegaskan bahwa meskipun masker telah dipakai, namun menjaga jarak tetap perlu dilakukan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved