Berita Seleb

Masih Ingat Surya Sahetapy, Anak Dewi Yull yang Tuli Sejak Lahir? Sosok Ganteng dan Banyak Prestasi

Surya Sahetapy menjadi salah satu insan tuli yang mengembangkan dirinya hingga berkuliah di Amerika Serikat demi membangun Indonesia menuju inklusif

Editor: Finneke Wolajan
Instagram Surya Sahetapy
Surya Sahetapy, anak Dewi Yull 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Surya Sahetapy, Anak Dewi Yull yang Tuli sejak lahir? Sosok ganteng dan banyak prestasi, ini kisahnya.

Tulis sejak lahir, Panji Surya Sahetapy tak lantas patah arang dan menyerah. Dirinya membuktikan bahwa tuli bukanlah sebuah hambatan.

Surya Sahetapy bahkan sukses mencetak banyak prestasi yang mungkin tak bisa orang normal raih.

Surya Sahetapy menjadi salah satu insan tuli yang mengembangkan dirinya hingga berkuliah ke Amerika Serikat demi membangun Indonesia menuju inklusif.

Anak Dewi Yull, Surya Sahetapy ingin berkontribusi untuk membangun Indonesia yang ramah bagi penyandang disabilitas.  Hal ini dipicu oleh pengalamannya saat bersekolah sejak TK hingga SMP.

Pada awalnya, pemuda kelahiran 21 Desember 1993 ini masuk jenjang TK dan SD di sekolah khusus bagi penyandang disabilitas pendengaran.

Surya Sahetapy anak <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/dewi-yull' title='Dewi Yull'>Dewi Yull</a> jadi lulusan terbaik di New York
Surya Sahetapy anak Dewi Yull jadi lulusan terbaik di New York (TribunStyle.com/kolase Instagram@suryasahetapy)

“Aku masuklah sekolah tuli SD itu dan ada beberapa guru yang mengatakan tidak ada mata pelajaran bahasa Inggris sehingga aku keluar dari sana dan tetap berusaha sampai SMP, masuklah aku ke sekolah umum,” cerita Surya menggunakan bahasa isyarat pada Sabtu (24/10/2020).

Melalui web seminar bertajuk “ Disabilitas Muda untuk Indonesia Inklusi”, Surya mengatakan bahwa ia ingin belajar bahasa Inggris karena sejak kecil ia kerap mendapati tamu yang datang ke rumahnya dengan bahasa asing tersebut, tetapi ia tidak mengerti.

Namun ketika Surya masuk ke SMP umum, ia merasa ada banyak hambatan, tidak seperti sekolah khusus penyandang disabilitas pendengaran.

“Kemudian aku sempat ikut home schooling (sekolah di rumah) dan terlibat dengan komunitas Tuli banyak sekali. Ternyata banyak sekali kesempatan pendidikan yang aku lihat sangat berbeda antara teman Tuli dan teman dengar,” lanjutnya.

Dari bertemu dengan teman-teman Tuli lainnya, Surya pun ingin tahu bagaimana rupanya pendidikan yang layak dan baik bagi penyandang disabilitas di negara-negara lain.

“Aku mau kuliah di luar negeri,” imbuh putra dari Dewi Yull dan Ray Sahetapy ini.

Belajar ke Amerika untuk Indonesia

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved