Breaking News:

Hari Raya Imlek

Sejarah Kalender Imlek dan Cara Menentukannya, Mengapa 2021 Disebut Tahun Kerbau Logam?

Kalender Imlek tentu berbeda cara penghitungannya dnegan kalender masehi yang selama ini kita gunakan. Bagaimana sejarahnya?

tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Umat Tridharma Kelenteng Ban Hin Kiong Manado saat gelar sembahyang jelang Imlek di Kelenteng tersebut, Kamis (11/2/2021) pagi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SAINS - Etnis Tionghoa di Indonesia akhirnya bisa merayakan Tahun Baru Imlek 2572 pada Jumat (12/2/2021).

Tentu penghitungan kalender China ini berbeda dengan kalender masehi yang sehari-hari kita gunakan.

Lalu sebenarnya, apa itu kalender Imlek dan bagaimana menentukan bulan pertamanya?

Dikutip Kompas.com dari Edukasi Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) disebut kalender Imlek, karena berasal dari frasa 'Yin-li' dalam bahasa Mandarin bermakna kalender bulan, Candrakala, Lunar atau Kamariah.

"Meskipun pada kenyataannya, kalender Imlek adalah kalender Lunisolar atau Surya-Candrakala atau disebut juga Syamsi-Kamariah, karena menyesuaikan dengan jatuhnya musim," kata peneliti di Pussainsa Lapan, Andi Pangerang dalam tulisannya berjudul Mengenal Kalender Imlek yang dipublikasikan, Kamis (4/2/2021) lalu.

Warga keturunan Tionghoa menghidupkan lilin pelita saat melaksanakan ibadah di malam Imlek yang berlangsung di Wihara Dharmakirti Jalan Papera, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (11/2/2021). Tradisi tahunan menyalakan ratusan lilin pelita kembali dilakukan di malam Imlek tersebut sebagai simbol penerangaan dalam agama Buddha.
Warga keturunan Tionghoa menghidupkan lilin pelita saat melaksanakan ibadah di malam Imlek yang berlangsung di Wihara Dharmakirti Jalan Papera, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (11/2/2021). Tradisi tahunan menyalakan ratusan lilin pelita kembali dilakukan di malam Imlek tersebut sebagai simbol penerangaan dalam agama Buddha. (KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Dalam tulisannya, Andi menjelaskan tentang bagaimana sejarah kalender Imlek yang mana pada awalnya kalender ini berbasis semu tahunan Matahari.

"Dalam satu tahun, dibagi ke dalam lima fase sesuai dengan jumlah unsur dalam Wuxing, yakni kayu, api, tanah, logam dan air," tulisnya.

Setiap fase ini berumur 72 hari dan dibagi lagi menjadi dua bulan berumur 36 hari, sehingga dalam setahun kalender ini terdiri dari 10 bulan dan 360 hari.

Selanjutnya, nama-nama bulan dinamai berdasarkan 10 'batang langit' atau elemen yang berpolaritas, yakni 'yin' berarti negatif dan 'yang' yang berarti positif.

Satu bulan terdiri dari tiga pekan yang setiap pekannya berumur 12 hari sesuai dengan jumlah cabang Bumi atau 12 hewan dalam mitologi China, yakni tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi.

Sambut Bulan Rajab 2021, Simak Doa Lengkap dengan Artinya

Baca juga: Mencari Pacar Laki-laki, Seorang Pria Menyamar Sebagai Perempuan Bercadar, Sempat Pikat Calon Polisi

Halaman
1234
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved