Senin, 20 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Tempuh Perjalanan 500 Juta Kilometer Selama 7 Bulan, Pesawat Ruang Angkasa China Masuki Orbit Mars

Pendaratan Satelit Tianwen-1 milik China dikabarkan akan dilakukan antara Mei dan Juni.

Editor: Isvara Savitri
Reuters/Carlos Garcia Rawins
ILUSTRASI. Roket Long March 5 Y-4, membawa Tianwen-1, lepas landas dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Wenchang, Provinsi Hainan, China 23 Juli 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIJING - Satelit Tianwen-1 milik China diketahui sudah berhasil memasuki orbit planet Mars pada Rabu (10/2/2021) malam waktu China.

Perjalanan menuju Mars yang pertama kali dilakukan oleh China ini telah menempuh jarak hampir 500 juta kilometer selama tujuh bulan.

Tianwen-1 berhasil mencapai orbit elips Mars sekitar 400 kilometer dari planet tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh China’s National Space Administration (CNSA).

Setelah ini Tianwen-1 akan melakukan beberapa penyesuaian jalur orbit sebelum akhirnya menentukan lokasi yang tepat untuk mendarat di Mars.

Ilustrasi planet mars.
Ilustrasi planet mars. (Freepik.com)

Pendaratan dijadwalkan akan dilakukan antara bulan Mei dan Juni.

Dengan misi ini, China menjadi negara keenam di dunia yang telah mengirim pesawat ruang angkasa ke orbit di sekitar Mars, menyusul Uni Soviet, AS, Badan Antariksa Eropa, India, dan UEA.

China juga tercatat sebagai negara ketiga yang berhasil mencapai Mars pada misi pertamanya setelah India dan UEA. 

Dilansir dari Global Times, misi Mars pertama UEA yang bernama "Hope" juga telah berhasil memasuki orbit Mars pada hari Selasa (9/2/2021) malam.

Hope akan mempelajari atmosfer dan cuaca planet.

Laporan Pendahuluan Investigasi KNKT Sebut Ada 2 Kerusakan, Belum Diperbaiki Sejak Natal 2020

Ikatan Cinta Kamis 11 Februari 2021: Andin Pingsan Mengetahui Kenyataan, Papa Surya Minta Maafkan Al

Sama seperti Hope, Tianwen-1 juga akan memeriksa bentang alam dan melakukan survei permukaan Mars, terutama kelayakan tempat pendaratan yang telah ditetapkan sebelumnya.

China meluncurkan Tianwen-1 pada 23 Juli 2020 lalu.

Pesawat ini dirancang untuk mengitari orbit, melakukan pendaratan, sekaligus misi penjelajahan.

Song Zhongping, ahli luar angkasa China kepada Global Times berharap Tianwen-1 bisa meletakkan dasar yang signifikan untuk misi penerbangan menuju Mars di masa mendatang.

Jika berhasil, panduan misi Tianwen-1 juga diharapkan bisa menjadi acuan untuk mengumpulkan sampel tanah di Mars bahkan membawa manusia ke planet merah tersebut.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved