Breaking News:

Imlek

Kapolda Sulut Ajak Warga Tionghoa Rayakan Imlek dengan Sederhana dan Larang Karnaval Cap Go Meh

Pertemuan itu turut dihadiri Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko dan Kepala BPBD Sulut Joi Oroh dan jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steven Dandel

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Jumadi Mappanganro
tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Melisa (24) yang datang bersembahyang dalam rangka menyambut hari raya Imlek di Klenteng Kwan Kong Kota Manado. 

Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa.

Perayaan Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa yang bertepatan pada Jumat, 12 Februari 2021.

Sedangkan Cap Go Meh adalah akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa.

Perayaannya Cap Go Meh diawali dengan berdoa di wihara.

Kemudian biasanya dilanjutkan dengan iringan kenong dan simbal serta pertunjukan barongsai dan pertunjukan tradisional Tionghoa.

Pantaun Tribun, perayaan Imlek di Kota Manado sudah mulai terasa.

Setiap hari, warga Tionghoa silih berganti melakukan rangkaian ibadah di klenteng masing-masing.

Salah satunya di Klenteng Kwan Kong yang berada di Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Rabu (10/2/2021).

Pengurus klenteng di Manado terlihat pro aktif menerapkan anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19, termasuk jika berkunjung untuk ibadah di klenteng.

Pengunjung wajib mengenakan masker, tidak berkerumun dan membawa hand sanitizer.

Seorang pengunjung yang datang bersembahyang di Klenteng Kwan Kong Kota Manado, Melisa (24), mengaku penerapan prokes di klenteng sangat baik.

"Saya berharap menjelang dan sesudah perayaan tahun baru Imlek ini, kami bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved