Krisis Myanmar
Demonstrasi di Myanmar Makin Memanas, Polisi Tembaki Massa Pakai Peluru Tajam, Dua Orang Kritis
Warga setempat menceritakan, mereka melihat aparat menembak ke atas sebanyak dua kali sebelum menembaki massa memakai peluru karet.
Dilansir Mothership Selasa (9/2/2021), sejumlah pengunjuk rasa terluka karena terkena hantaman meriam air.
Korban berusia 20 tahun
Demonstran perempuan yang ditembak di kepala dilaporkan berusia 20 tahun,
dengan pelakunya adalah polisi, mengutip laporan AFP.
Warga setempat menceritakan, mereka melihat aparat menembak ke atas
sebanyak dua kali sebelum menembaki massa memakai peluru karet.
Jurnalis Reuters Matthew Tostevin yang mengutip dokter melaporkan,
wanita yang tak disebutkan identitasnya itu di ruang gawat darurat.
Dokter mengonfirmasi bahwa tembakan itu menggunakan peluru tajam,
dan luka yang dihasilkan sangatlah fatal.
• Tahu Aktor Korea Lee Jong Suk? Sudah Ganteng, Harta Melimpah, Ternyata Punya Hobi Jual Beli Aset
Tostevin mengatakan, kecil kemungkinan wanita itu bisa selamat setelah menerima tembakan di bagian kepala.
Sebelumnya pada 1 Februari, militer Myanmar melakukan kudeta dengan
menangkap sejumlah pemimpin sipil seperti Aung San Suu Kyi.
Jenderal Senior Min Aung Hlaing selaku pemimpin junta mengeklaim,
tindakan mereka dibenarkan buntut pemilu November 2020.