Maheer Ath Thuwalibi
Polisi Rahasiakan Penyakit Maheer, Komnas HAM Akan Usut
Pihak kepolisian tak ingin menyampaikan penyakit yang menyebabkan Pendakwah Ustaz Maaher Ath Thuwalibi meninggal dunia
"Kami akan meminta keterangan kepolisian. Kenapa penyebab kematiannya," ujar Choirul.
Choirul mengatakan Komnas HAM memberi perhatian khusus pada kasus-kasus kematian dalam tahanan. Namun, pihak Komnas HAM perlu menggali informasi lebih dalam.
"Walau polisi telah mengatakan dia meninggal sakit, penting untuk diketahui sakitnya apa, dan bagaimana sakit itu berlangsung di rutan dan sampai meninggal," kata Choirul.
Ustaz Maheer Sempat Disebut Sakit TB Usus
Tim kuasa hukum Maaher, Novel Bamukmin menerangkan Maaher memiliki penyakit bawaan, yakni radang usus akut atau TB usus.
Sejak awal penahanannya, pihaknya telah melakukan penangguhan penahanan. Tetapi, tidak disetujui oleh pihak kepolisian.
"Beliau ada penyakit bawaan, ada radang usus yang akut, dan malah ditahan di Mabes Polri, di basement dekat genset. Tidak ada sinar matahari dan sirkulasi udara," tutur Novel.
Dengan kematian Maaher, ucap Novel, ia khawatir dengan rekan-rekannya, para laskar, hingga imam besar Rizieq Shihab turut menjadi korban dari oligarki. Novel berharap Maaher menjadi korban terakhir.
"Kita juga khawatir teman-teman kita yang sebelumnya ditangkap menjadi korban. Padahal apa yang disampaikan Ustaz Maaher hal yang biasa. Banyak kok masalah yang selesai, tanpa kriminalisasi," imbuh Novel.
Istri Ustaz Maaher, Iqlima Ayu sempat menjenguk suaminya pada 18 Januari lalu. Saat itu kesehatan suaminya tengah menurun. Saat itu Iqlima meminta agar suaminya segera dirujuk di rumah sakit yang ada di Bogor dengan pengawalan dari pihak kepolisian.
"TB (Tuberculosis) usus yang emang obatnya tidak boleh putus sembilan bulan," ujar Iqlima di Bareskrim Polri, bulan lalu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ustaz-maheer-dianggap-melecehkan-habib-luthfi-meski-maheer-telah-memberikan-kalrifikasi.jpg)