Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Krisis Myanmar

Demonstrasi di Myanmar Makin Memanas, Korban Mulai Berjatuhan

Aksi protes tersebut pun banyak mendapat dukungan dari masyarakat, dan berbagai kalangan di Myanmar.tiga dari empat orang yang terluka

Editor: Alpen Martinus
Reuters/Stringer
ILUSTRASI. puluhan ribu orang di Myanmar berbaris untuk memprotes kudeta militer untuk hari kedua berturut-turut pada hari Minggu (7 Februari). REUTERS/Stringer 

TRIBUNMANADO.CO.ID,YANGON - Kondisi politik dan pemerintahan di Myanmar masih panas, konflik belum reda.

Gelombang protes terhadap kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi masih berjalan.

Bahkan gelombang protes sudah berubah menjadi bentrok.

Semakin banyak warga turun ke jalan melakukan protes.

Aksi protes tersebut pun banyak mendapat dukungan dari masyarakat, dan berbagai kalangan di Myanmar.

Bentrokan terjadi antara polisi dan demonstran di seluruh Myanmar. Selasa (9/2/2021).

Masih Ingat Bobby Nasution?Menantu Presiden Jokowi, Kekayaanya Rp 54 Miliar Lebih, Aset Rp 8 Miliar

Kondisi Myanmar Sekarang Memanas, Bentrok Aparat dan Demonstran Penentang Kudeta
Kondisi Myanmar Sekarang Memanas, Bentrok Aparat dan Demonstran Penentang Kudeta (AFP)

Polisi menembakkan tembakan ke udara dan menggunakan meriam air serta peluru karet pada

Selasa (9/2/2021), ketika demonstran di seluruh Myanmar menentang larangan pertemuan besar

untuk menentang kudeta militer yang membawa kemunduran terhadap demokrasi.

“Setidaknya tiga orang terluka akibat peluru karet di ibu kota Naypyitaw,” kata seorang

dokter seperti dilansir Reuters, Selasa (9/2/2021).

Kudeta 1 Februari lalu dan penahanan pemimpin sipil terpilih Aung San Suu Kyi telah

membawa gelombang demonstrasi terbesar lebih dari satu dekade di negara tersebut.

Gerakan pembangkangan sipil terus berkembang dan berdampak pada rumah sakit, sekolah, dan

kantor pemerintah, karena para karyawannya bergabung di dalamnya.

Saksi mata mengatakan polisi menembakkan senjata ke udara di Naypyitaw karena kerumunan

demonstran menolak untuk membubarkan diri pada hari keempat aksi protes berturut-turut.

Seorang saksi mengatakan kepada Reuters, para demonstran melarikan diri saat senjata

ditembakkan ke udara.

Bahaya Gunakan Deodoran, Bisa Sebabkan Kanker

Tak hanya itu, dilaporkan juga polisi menembakkan peluru karet.

Seorang dokter mengatakan tiga dari empat orang yang terluka

dibawa ke rumah sakitnya telah disambar peluru karet.

“Polisi sebelumnya menembakkan meriam air ke arah para demonstran,

yang balas dengan melemparkan proyektil,” kata saksi itu.

Video dari kota Bago, timur laut pusat komersial Yangon, menunjukkan polisi menghadapi

kerumunan besar dan membubarkan dmereka dengan meriam air.

Polisi menangkap setidaknya 27 demonstran di kota terbesar kedua Mandalay, termasuk

seorang jurnalis, kata organisasi media domestik.

Kerusuhan telah menghidupkan kembali kenangan hampir setengah abad pemerintahan militer

yang memulai proses penarikan diri dari politik sipil pada tahun 2011, meskipun tidak

pernah menyerahkan kendali keseluruhannya atas pemerintahan sipil Suu Kyi setelah

memenangkan pemilu 2015.

Masih Ingat Diva Krisdayanti? Sempat Dikabarkan Akan Cerai Lagi, Kehidupannya Kini Makin Bahagia

"Kami akan terus berjuang," kata aktivis pemuda Maung Saungkha dalam sebuah pernyataannya.

Ia pun menyerukan pembebasan tahanan politik dan berakhirnya "kediktatoran" militer.

Para aktivis juga berjuang penghapusan konstitusi tahun 2008 yang disusun di bawah

pengawasan militer yang memberi para jenderal hak veto di parlemen dan mengendalikan

beberapa kementerian, dan untuk sistem federal di Myanmar yang beragam secara etnis.

Generasi aktivis yang lebih tua yang berhadapan dengan militer dalam protes berdarah 1988

lalu menyerukan aksi mogok para pekerja pemerintah selama tiga minggu.

Gerakan pembangkangan sipil, yang dipimpin oleh pekerja rumah sakit, telah mengakibatkan

terjun bebasnya angka pengujian virus corona di Myanmar.

Myanmar telah menjadi salah satu negara dengan wabah virus corona terburuk di Asia

Tenggara dengan 31.177 kasus kematian, dari lebih dari 141.000 kasus.(Reuters/AP)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Myanmar Memanas: Polisi Keluarkan Tembakan ke Udara, Tiga Orang Terluka

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved