Breaking News:

Berita Ekonomi

Dulu Limbah, Kini Komoditas Ekspor, Serat Halus Sabut Kelapa Sulut Tembus Pasar Korea Selatan

Produk turunan kelapa yang dahulu dianggap limbah, kini berkat kejelian pelaku usaha di bidang agribisnis dapat menjelma menjadi komoditas bernilai.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Produk turunan kelapa, 75 ton cocopeat asal Sulut diekspor ke Korea Selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa sangka, serat halus sabut kelapa, atau cocopeat kini menjelma menjadi komoditas pertanian unggulan ekspor baru asal Sulut.

Produk turunan kelapa yang dahulu dianggap limbah, kini berkat kejelian pelaku usaha di bidang agribisnis dapat menjelma menjadi komoditas yang bernilai.

Tidak kurang dari 75 ton cocopeat asal Sulut untuk pertama kalinya berangkat menuju Negeri Gingseng, Korea Selatan.

Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan Saragih mengatakan, pihaknya mengapresiasi hadirnya ragam komoditas ekspor baru dari Sulut.

"Kami siap mengawal dengan memberikan fasilitasi perkarantinaan untuk proses ekspornya," kata Saragih, Minggu (07/02/2021).

Menurut Donni, sebelum diberangkatkan melalui Pelabuhan Bitung pada pekan lalu, seluruh komoditas tersebut telah melewati serangkaian tindakan karantina tumbuhan.

Hal ini sesuai dengan persyaratan negara tujuan, dan setelah dinyatakan sehat dan aman pihaknya menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan atau  Phytosanitari Certificate (PC).

Produk turunan kelapa, 75 ton cocopeat asal Sulut diekspor ke Korea Selatan pekan lalu. Proses ekspor telah melalui proses karantina oleh Karantina Pertanian Manado.
Produk turunan kelapa, 75 ton cocopeat asal Sulut diekspor ke Korea Selatan pekan lalu. Proses ekspor telah melalui proses karantina oleh Karantina Pertanian Manado. (Istimewa)

Menurut pihak CV Putri Bitung Gemilang selaku pemilik barang, cocopeat itu akan dijadikan media tanam.

Hal ini seiring dengan kegiatan menanam di rumah akibat pandemi yang makin digemari di Korea Selatan.

Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Badan Karantina Pertanian (Barantan) pada tahun 2020, ekspor cocopeat asal Indonesia sebanyak 20 ribu ton, dengan tujuan negara Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved