Breaking News:

Sejarah

Fakta dari Penemuan Reruntuhan Masjid Tua di Israel: Toleransi Umat Beragama di Masa Lalu

Para arkeolog meyakini bahwa ini merupakan reruntuhan salah satu masjid yang paling awal berdiri dalam sejarah.

Editor: Rizali Posumah
NET/Kolase
Masjid ini dikatakan telah berusia sekitar 1.350 tahun, berada di bawah masjid lain yang telah dibangun di atasnya di Tiberias, sebuah kota di Israel Utara. 

Yang tersisa dari masjid berusia berabad-abad ini hanyalah fondasi dan artefak yang ditemukan di dalam bangunan di bawah struktur tersebut, seperti koin dan pecahan tembikar yang berasal dari abad ketujuh. Artefak-artefak ini turut membantu para peneliti dalam menentukan usia bangunan tersebut. 

Para arkeolog telah mengetahui situs ini sejak tahun 1950-an. Namun, pada saat itu, sisa-sisa masjid ini disalahartikan sebagai pasar dari periode Bizantium, kata Cytryn-Silverman kepada Live Science.

Kesalahan ini terus berlanjut, bahkan ketika akhir tahun 2000-an mendiang arkeolog Yizhar Hirschfeld menemukan "fondasi bulat kecil, sangat kasar dan asimetris, yang dia yakini berasal dari sebuah bangunan selain 'pasar'," paparnya.

Dan akhirnya, selama penggalian baru-baru ini, “saya menyadari rancang dasar 'pasar tertutup' itu sangat mirip dengan Masjid Agung Damaskus dari awal abad kedelapan, yang masih berdiri," ujar Cytryn-Silverman.

Timnya kemudian menentukan bahwa apa yang sebelumnya disebut tembok periode Bizantium ini "sebenarnya adalah fondasi untuk baris pertama kolom-kolom pada tahap awal masjid," yang membentuk bangunan kuasi-persegi panjang dan lebar sekitar 72 kaki (22 meter) dan 160 kaki (49 meter),” jelasnya.

Toleransi antarumat beragama

Yang menarik, umat ​​Muslim yang beribadah di masjid ini bertetanggaan dengan orang-orang Yahudi dan Kristen. Cytryn-Silverman mengatakan, orang-orang Kristen dan Yahudi itu juga memiliki bangunan keagamaan di lingkungan itu, termasuk gereja monumental di dekat reruntuhan masjid yang "tampaknya merupakan gereja terbesar di Galilea" dan Sinagog besar Hammat Tiberias di sebelah selatannya.

"Jadi temuan kami, yang mengajarkan bahwa pada tahap pertama pembangunannya, masjid ini memiliki struktur yang lebih simpel dan sederhana dibandingkan dengan rumah-rumah ibadah lain di dekatnya."

"Ini menunjukkan bahwa islamisasi di kota itu berlangsung bertahap, bahwa penguasa baru (dari Islam) itu toleran, dan bahwa agama yang baru datang itu menyesuaikan dengan dinamika agama lain,” bebernya.

Pada tahun 635 Masehi, umat Muslim tercatat menaklukkan Tiberias dan wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Namun wilayah itu masih merupakan tempat yang relatif toleran, kata Cytryn-Silverman.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved