Harga Ikan
Cuaca Buruk Melanda Perairan Manado, Harga Ikan di TPI Tumumpa Naik
Akibat cuaca buruk di perairan Manado, harga ikan di TPI Tumumpa naik.
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Akhir-akhir ini wilayah Sulawesi Utara dilanda cuaca buruk termasuk di perairan Kota Manado.
Namun kondisi ini tidak membuat aktivitas di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Tumumpa, Tuminting, Manado terganggu.
Tidak sedikit kapal-kapal nelayan berukuran 10-30 Gross Ton (GT) berlabuh dengan muatan yang hampir penuh di dermaga TPI.
Namun, pada Jumat (5/2/2021) nampak puluhan anak buah kapal (ABK) membongkar muatan ikan dan memindahkannya ke boks berwarna kuning.
Berbagai jenis tangkapan mulai dari ikan gabus dan ikan cakalang di pindahkan kedalam boks untuk ditimbang nantinya.

Tapi tampak ada yang berbeda, volume boks yang diisi ikan itu tidak penuh atau hanya setengah terisi.
Saat tribunmanado.co.id bertanya kepada salah satu anak buah kapal (ABK) bernama Joni (42), ia mengakui bahwa cuaca buruk yang akhir-akhir ini melanda perairan Sulawesi Utara turut mempengaruhi hasil tangkapan ikan.
• Ingin Suguhan Manis untuk Imlek? Coba Resep Bubur Sumsum Kue Keranjang Berikut
• Pertanian Tumbuh Positif di Tengah Pandemi Covid-19, Ekonom UMB Apresiasi Syahrul Yasin Limpo
"Yang saat ini mulai sulit diperoleh yaitu ikan gabus/malalugis dan ikan cakalang. Padahal kedua jenis ikan itu menjadi komoditas nelayan disini," tandasnya.
Ia menambahkan hasil tangkapan yang berkurang dari biasanya ini turut mempengaruhi harga kedua jenis ikan itu di pasaran.

"Saat ini ikan gabus yang sebelumnya seharga Rp 16 ribu kini menjadi Rp 21 ribu per kg, sedangkan ikan cakalang dari Rp 12 ribu menjadi 16 ribu per kg," ucapnya.
• Dendam dan Memiliki Hubungan Gelap, Seorang Guru Mengaji di Bekasi Tega Membunuh
• Bupati Sabu Raijua Terpilih Berwarga Negara AS Kunjungi Polda NTT: Saya Warga Negara Indonesia
Hal ini tentunya sangat berpengaruh oleh pendapat para nelayan, karena produksi ikan cukup sedikit dibanding saat cuaca sedang bagus.
"Padahal kami para nelayan bisa sampai seminggu berada di laut, namun karena cuaca sehingga hasilnya terjadi penurunan tangkapan," katanya.(*)