Soal Partai Demokrat
Moeldoko Minta Putra Pak SBY Tak Khawatir: Saya Siapa Sih, Kenapa Mesti Takut? Wong Biasa-biasa Saja
Seperti yang diketahui sebelumnya kabar kepemimpinan AHY di Partai Demokrat beredar. Terkait hal tersebut nama Moeldoko sempat jadi perbincangan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui sebelumnya kabar kepemimpinan AHY di Partai Demokrat beredar.
Terkait hal tersebut nama Moeldoko sempat jadi perbincangan.
Hingga akhirnya beredar nama-nama yang disebut akan mengambil alih kepemimpinan AHY.
• Masih Ingat Mobil Esemka yang Diresmikan Jokowi? Kini Tampil Keren Jadi Kendaraan Operasional Desa
• Dugaan Selingkuh James Arthur Kojongian, Michaela Paruntu Diperiksa | Kabar Terkini Krishna Murti
• Moeldoko Bantah Kudeta Partai Demokrat, Tapi Tak Tolak Dicalonkan Pilpres 2024, Ya Alhamdulillah
Foto : Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) semestinya tidak usah mengkhawatirkan pertemuan antara dirinya dengan sejumlah orang yang diduga kader Partai Demokrat.
Dia menuturkan, pertemuannya dengan sejumlah orang tersebut hanya acara minum kopi bersama.
Tak hanya dilakukan di kediamannya, tetapi pertemuan pernah digelar di tempat lain.
Sehingga Moeldoko menilai para petinggi Partai Demokrat tidak perlu merasa khawatir.
"Dan saya siapa sih? Dan saya ini apa? Wong biasa-biasa saja. Di Demokrat ada Pak SBY, ada putranya mas AHY, apalagi kemarin dipilih secara aklamasi," ujar Moeldoko saat memberikan keterangan pers di kediamannya, Jl Terusan Lembang, Jakarta, Rabu (3/2/2021).
"Kenapa mesti takut dia? Kenapa mesti menanggapi seperti itu? Wong saya biasa-biasa saja," lanjutnya.
Dia melanjutkan, apa yang terjadi di Partai Demokrat saat ini merupakan dinamika politik.
Menurutnya, hal itu biasa terjadi di dalam partai.
Pasalnya, kata Moeldoko, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) pernah didatangi oleh sekelompok orang yang bertemu dengannya.
"Pak LBP juga pernah cerita kepada saya, 'saya juga pernah didatangi oleh mereka-mereka. Ya saya juga sama'," ungkapnya.
"Tapi tidak ribet begitu. Terus dibilangin (saya) mau jadi Presiden lah.