Partai Demokrat
AHY Disebut Cengeng, Max Sopacua: Orang Bego Saja yang Bilang Itu Kudeta, Jangan Lebay
Sebelumnya Agus Harimurti Yudhoyono diketahui beri pernyataan soal ada upaya pengambilan alhi kepemimpinan partai Demokrat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya Agus Harimurti Yudhoyono diketahui beri pernyataan soal ada upaya pengambilan alhi kepemimpinan partai Demokrat.
Terkait hal tersebut AHY pun sampai mau mengirim surat ke Presiden Joko Widodo.
Hingga akhirnya nama Moeldoko pun ikut jadi perbincangan.
• Sosok Nazaruddin, Baru Bebas dari Penjara karena Korupsi Kini Disebut Ikut Kudeta Partai Demokrat
• Wajah Rafathar Mendadak Cemberut, Marah saat Raffi Ahmad Minta Panggil Nita Thalia Bunda
• Orang Terkaya di Dunia Jeff Bezos Mundur dari Jabatan CEO Amazon, Hartanya Capai Rp 2.917 Triliun

Foto : Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Sumber: KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Tak hanya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, beberapa menteri dan pejabat kabinet lain turut disebut terkait upaya kudeta pada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD merupakan satu di antaranya.
Nama Mahfud disebut oleh politikus Demokrat, Rachland Nashidik. Ia mengungkapkan Moeldoko --yang ingin menggulingkan AHY-- mencatut nama Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, dan 'Pak Lurah' untuk menggalang kekuatan di Demokrat.
"Tapi dia menyebut Kepala BIN, Kapolri, Menkumham, dan Menko Polhukam @mohmahfudmd, bahkan "Pak Lurah" merestui. Para pejabat negara itu perlu juga angkat bicara. Apa iya ini semua tanpa restu 'Pak Lurah'?" ucap Rachland.
Merespons cuitan itu, Mahfud mengaku terkejut dengan kabar itu dan menyebut isu kudeta yang mencatut nama beberapa pejabat Jokowi itu sebagai isu aneh.
"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB.
Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain.
Terpikir saja tidak, apalagi merestui," ucap Mahfud melalui Twitter, Selasa (2/2).
Menurut eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini, sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti Demokrat bisa dikudeta seperti itu.
"Jabatan Menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid," tutup Mahfud.
Sementara itu mantan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua Max membantah ada upaya kudeta di Partai Demokrat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ketua-umum-partai-demokrat-ahy.jpg)