Berita Heboh
PBB Khawatir Kudeta di Myanmar Perburuk Keadaan 600 Ribu Rohingya, Gelar Pertemuan Mendadak
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Khawatir Kudeta di Myanmar Perburuk Keadaan 600 Ribu Rohingya.
TRIBUNMANADO.CO.ID, NAYPYIDAW - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Khawatir Kudeta di Myanmar Perburuk Keadaan
600 Ribu Rohingya.
Akibatnya, pihak PBB pun berencana Gelar Pertemuan Mendadak.
BERITA TERPOPULER :
• Pendeta Jacob Nahuway Meninggal Dunia, Sosok yang Beritakan Injil Tanpa Ragu-ragu
• SINOPSIS Ikatan Cinta Hari Ini Selasa 2 Februari 2021, Andin Cabut Gugatan Cerai, Elsa Bagaimana?
• Pantas Tak Mau Berhenti jadi Anggota DPRD Sulut, Ternyata Segini Gaji James Kojongian
TONTON JUGA :
Dewan Keamanan (DK) PBB ingin membahas mengenai perkembangan terakhir di Myanmar,
pada hari Selasa (2/1/2021) waktu setempat.
Militer Myanmar telah merebut kekuasaan pada Senin (1/2/2021) dalam kudeta melawan
pemerintah Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint serta para tokoh politik lainnya.
Tindakan genosida militer tahun 2017 di negara bagian Rakhine, Myanmar telah membuat
lebih dari 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.
"Ada sekitar 600.000 orang Rohingya yang tetap berada di Negara Bagian Rakhine, termasuk 120.000
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pbb-khawatir-kudeta-di-myanmar-perburuk-keadaan-600-ribu-rohingya-gelar-pertemuan-mendadak.jpg)