Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kudeta Myanmar

Kudeta Militer di Myanmar, Senator AS Desak Biden Bertindak: Perlu Mengutuk Ancaman Demokrasi Ini

“Pemerintahan Biden perlu mengambil sikap tegas. Sekutu dan mitra di seluruh dunia perlu mengutuk ancaman demokrasi ini, ”kata McConnell.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Sosok Aung San Suu Kyi, Pimpinan NLD yang Ditahan Militer Myanmar, Peraih Nobel Perdamaian. 

Negara ini menyaksikan demonstrasi besar-besaran pada 1980-an dan 2000-an, yang mendorong militer untuk menyetujui peralihan kekuasaan secara bertahap.

Pada 2015, Suu Kyi memenangkan pemilihan pertama di Myanmar dan menjadi pemimpin tidak resmi.

Tetapi militer masih memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan.

Dalam sebuah pernyataan yang meminta tentara Myanmar untuk menyerahkan kekuasaan, Biden hanya menyebutkan kemungkinan untuk mengembalikan sanksi, belum lagi opsi intervensi militer.

Peristiwa yang terjadi di Myanmar merupakan tantangan eksternal pertama di bawah pemerintahan Biden.

Mantan Presiden AS Barack Obama dinilai berprestasi besar ketika memaksa pemerintah militer Myanmar menyerahkan kekuasaan.

Sementara itu beberapa pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan efek sanksi ini akan dibungkam oleh China.

Dikutip dari New York Times, perusahaan raksasa komunikasi China, Huawei, sedang membangun jaringan internet dan komunikasi 5G di Myanmar.

China juga telah mendominasi pembangunan dam, pipa dan proyek energi.

Cegah Stunting, Pemkab Bolsel Bangun Ratusan Jamban di Tahun 2021, Anggaran Rp 8 Miliar

4 Nama Ini Disebut Ingin Ambil Alih Kekuasaan Partai Demokrat, Salah Satunya Ada Mantan Koruptor

Moeldoko Cium Tangan SBY Disorot Publik, Segini Imbalan Uang Bila Berhasil Kudeta Lengserkan AHY

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved