Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kudeta Myanmar

Kudeta Militer di Myanmar, Senator AS Desak Biden Bertindak: Perlu Mengutuk Ancaman Demokrasi Ini

“Pemerintahan Biden perlu mengambil sikap tegas. Sekutu dan mitra di seluruh dunia perlu mengutuk ancaman demokrasi ini, ”kata McConnell.

Editor: Rizali Posumah
Istimewa
Sosok Aung San Suu Kyi, Pimpinan NLD yang Ditahan Militer Myanmar, Peraih Nobel Perdamaian. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemimpin Senat Partai Republik di Amerika Serikat (AS), Senator Mitch McConnell, mendesak Presiden AS Joe Biden bertindak atas kudeta militer di Myanmar.

Mitch menyebut penangkapan para pemimpin itu "menakutkan" dan "langkah mundur" bagi Myanmar.

“Pemerintahan Biden perlu mengambil sikap tegas. Sekutu dan mitra di seluruh dunia perlu mengutuk ancaman demokrasi ini, ”kata McConnell.

"Kami perlu mendukung rakyat Myanmar dalam perjalanan mereka menuju demokrasi dan memaksa mereka yang menghalangi untuk membayar harga."

Tanggal 1 Februari kemarin, militer Myanmar mengambil tindakan berupa menangkap pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Selain Suu Kyi, pejabat tinggi dan pemimpin lokal juga ditangkap oleh para militer.

Militer kemudian memberi alasan jika pemilihan umum November 2020 kemarin dipenuhi kecurangan.

Juga, dikatakan bahwa pemerintah sipil masih mengabaikan peringatan dari militer Myanmar.

Selanjutnya, kekuasaan jatuh ke Jenderal Min Aung Hlaing.

Dalam pernyataan resminya tertanggal 1 Februari, Biden meminta tentara Myanmar untuk segera menyerahkan kekuasaan dan meninjau kembali sanksi Myanmar.

Sanksi dicabut saat negara bergerak menuju demokrasi pada 2011.

"AS mencabut embargo terhadap Myanmar satu dekade lalu atas dasar berorientasi negara menuju demokrasi," kata Biden.

"Langkah mundur ini akan membuat kami perlu menilai kembali embargo dan tindakan lain yang sesuai."

"Kami akan bekerja dengan mitra di kawasan dan di seluruh dunia untuk memulihkan demokrasi dan supremasi hukum, dengan menyebut mereka yang bertanggung jawab menghalangi transfer demokrasi di Myanmar," kata Biden.

Myanmar dipimpin oleh seorang jenderal militer dari tahun 1962-2011.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved