Internasional
Militer Myanmar Ambil Alih Kekuasaan, China Minta Myanmar Selesaikan Perbedaan
Cina meminta Myanmar menyelesaikan perbedaan di antara mereka setelah militer Myanmar dikabarkan merebut kekuasaan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIJING - Militer Myanmar dikabarkan merebut kekuasaan dan menahan pemimpin yang dipilih secara demokratis, Aung San Suu Kyi.
Terkait hal tersebut, China meminta semua pihak di Myanmar menyelesaikan perbedaan yang ada di antara mereka.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan China yang berbatasan langsung dengan Myanmar masih terus memantau situasi di negara tersebut.
"China adalah tetangga yang bersahabat bagi Myanmar dan berharap berbagai pihak di Myanmar akan menyelesaikan perbedaan mereka dengan tepat di bawah kerangka konstitusional dan hukum untuk melindungi stabilitas politik dan sosial," kata Wang, Senin (1/2/2021), seperti dikutip Channel News Asia.
Militer Myanmar pada Senin (1/2/2021) mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun, dan kudeta mengakhiri satu dekade pemerintahan sipil di negara Asia Tenggara itu.
Myanmar adalah bagian penting dari Belt and Road Initiative China, visi Presiden China Xi Jinping senilai US$ 1 triliun untuk proyek maritim, kereta api, dan jalan raya di Asia, Afrika, dan Eropa.
Proyek tersebut termasuk usulan jalur kereta api berkecepatan tinggi senilai US$ 8,9 miliar dari Provinsi Yunnan, China, ke Pantai Barat Myanmar.
Xi juga mengunjungi Myanmar pada Januari tahun lalu untuk menandai 70 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.
Dalam kunjungan tersebut, dia berjanji, China akan "dengan tegas mendukung pemerintah dan masyarakat Myanmar dalam mengejar jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasionalnya sendiri".
Xi juga mengatakan, China siap untuk "bekerjasama dengan Myanmar dalam mempercepat penyelarasan Belt and Road Initiative dan strategi pembangunan Myanmar".
Pernyataan Lengkap Militer Myanmar
Tentara Myanmar mengumumkan keadaan darurat pada Senin (1/2/2021).
Militer Myanmar melakukan penahanan terhadap para pemimpin senior pemerintah sebagai tanggapan atas dugaan kecurangan pada pemilihan umum (pemilu) November 2020 lalu.
Sebuah video yang disiarkan di televisi milik militer Myanmar menyebutkan, kekuasaan telah diserahkan kepada panglima angkatan bersenjata, Jenderal Senior Min Aung Hlaing.
Berikut pernyataan yang dibacakan di Myawaddy Television (MWD) yang dikutip Reuters:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/aung-san-suu-kyi-pimpinan-nld.jpg)