Korban Bencana
Stres, Korban Bencana Alami Hipertensi Massal
Mahmud salah satu relawan kesehatan menyatakan, banyak warga yang tensi darahnya di atas normal.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Para pengungsi korban banjir dan longsor di Manado mulai ditimpa berbagai penyakit.
Salah satu penyakit yang paling banyak diderita adalah hipertensi.
Mahmud salah satu relawan kesehatan menyatakan, banyak warga yang tensi darahnya di atas normal.
"Banyak yang di atas 140/90," kata dia kepada Tribun Manado Kamis (28/1/2021) via ponsel.
Sebut dia, tensi tinggi tersebut tak serta merta membuat warga diklasifikasikan menderita hipertensi.
Meski demikian, perlu penanganan medis segera.
"Biasanya kami kasih amlodipin 5 mili," kata dia.
Ia menilai tensi tinggi para korban banjir dan longsor disebabkan oleh stres dan kelelahan.
Banyak warga yang terguncang batinnya setelah melihat rumah hancur dan dipenuhi kotoran.
Asti warga Kelurahan Malendeng mengaku tensinya lumayan tinggi saat diperiksa.
"Sampai 160/100," kata dia.
Sebelum bencana, tensinya berkisar 130 dan 140. Ia menuturkan, bencana kali ini merupakan pukulan batin baginya.
"Rumah saya hancur, harta benda lenyap, setiap malam saya berpikir bagaimana memulai hidup lagi," ujarnya.
Marta Goni warga Tingkulu mengaku tidur tak lelap selama beberapa hari terakhir.
Ia menengarai hal itu sebagai penyebab tensinya tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/salah-satu-kelurahan-di-kota-manado-yang-terdampak-musibah-banjir.jpg)