Breaking News:

News Analysis

Masalah yang Menimpa Wakil Ketua DPRD Bisa Pengaruhi Elektabilitas Golkar

Oknum yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut, akhirnya dicopot dari Jabatan Ketua harian Partai Golkar Sulut.

Facebook
Pengamat Politik, Josef Kairupan misalnya yang menilai jika adanya penundaan bakalan ada plus minus. 

Meski demikiam keuntungan lain, yakni perhatian masyarakat cepat memviralkan setiap fenomena atau peristiwa sensitif, tetapi juga cepat melupakan apa yg pernah terjadi.

Sehingga hampir dapat dipastikan bahwa saat tahun 2024 nanti saat pemilihan umum serentak publik sudah melupakan apa yang telah dilakukan oleh oknum J tersebut.

"Hanya segilintir org saja yg akan mengingatkan apa pernah terjadi. Kecuali jika oknum tsb kembali mengajukan diri kembali dalam jabatan publik maka serta merta akan ada resistensi dari publik," jelas Akademisi Unsrat ini.

Adapun dia menilai tindakan cepat diambil dari partai Golkar sulut menindaklanjuti pemberitaan yang sedang viral ini, setidaknya memberikan atensi khusus dari partai Golkar terhadap tindakan amoral dari oknum J.

Sehingga dapat mempertahankan citra partai golkar itu sendiri.

"Tindakan cepat yang dilakukan harus diapresiasi untuk menjaga nama baik partai Golkar."

"Karena secara organisasi Golkar juga memiliki rules of the game terhadap setiap kadernya yg melakukan pelanggaran sehingga harus ada strategi responsif untuk mengantisipasi turunnya elektabilitas partai," pungkasnya. (hem)

Bumdes Tabilaa dan Disparbud Bolsel Sepakat Kerjasama Kelola Wisata Mangrove

Suami Meninggal dan Tak Punya Anak, Mbah Muntilah Akhirnya Hidup Sebatang Kara, Purnomo Galang Dana

Laksanakan Operasi Yustisi, Polres Minahasa Sambangi Disdik

Penulis: Hesly Marentek
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved