James Arthur Kojongian
Desakan James Kojongian Mundur dari Anggota DPRD Sulut Menggema, Ini Sinyal Tetty Paruntu
Kasus dugaan selingkuh James Arthur Kojongian tak hanya menarik perhatian masyarakat Sulut, tapi itu juga menjadi perhatian di Indonesia
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus dugaan selingkuh James Arthur Kojongian tak hanya menarik perhatian masyarakat kawanua Sulawesi Utara (Sulut).
Peristiwa itu juga menjadi perhatian rakyat seluruh Indonesia.
Hal itu bisa dilihat di akun resmi Instagram Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yakni golkar.indonesia.
Mayoritas memberi komentar pada akun tersebut supaya DPP mengambil langkah tegas memecat James Kojongian dari keanggotaan partai.

Ada juga yang meminta supaya James Kojongian sebaiknya mundur secara terhormat sebagai legislator.
Kasus dugaan perselingkuan itu turut diangkat oleh media-media nasional, baik berita online, televisi dan infotainment.
Sementara itu desakan supaya dia mundur datang dari masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Hani Pantow, tokoh masyarakat sekaligus Ketua DPC Laskar Anti Korupsi (Laki) Minsel, Kamis (28/1/2021) mengatakan bahwa tidak sepantasnya anggota dewan yang terhormat melakukan perbuatan selingkuh.
Apalagi dalam video yang beredar luas di masyarakat, oknum itu membahayakan istri sahnya.
"Perbuatan ini harus dilapor segera supaya ada tidakan hukum. Kami siap mengawal laporan tersebut," ujar dia.

Sebaiknya kata dia James Kojongian mundur dengan sendirinya.
Jangan nantinya partai dia sendiri yang akan memecat.
Dolvie Mangindaan, tokoh masyarakat Amurang kepada www.tribunmanado.co.id. mengatakan hukuman sosial masyarakat Sulut sudah sangat tepat dialamatkan kepada yang bersangkutan.
"Sekarang kami menunggu sanksi dari partai tempatnya bernaung. Masyarakat harapkan dia diberikan sanksi pemecatan dari partai," ujar dia.
DPP Golkar
Kasus dugaan selingkuh James Arthur Kojongian sudah diketahui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
Melalui akun Instagram resmi DPP Golkar pada Rabu (27/1/2021) menulis bahwa partai ini meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas peristiwa itu.
Dikatakan bahwa DPP sudah berkoordinasi dengan DPD Golkar Sulut.
Disebutkan bahwa kadernya JAK sudah diberikan sanksi berupa pencopotan sebagai Ketua Harian Golkar Sulut.

Selanjutnya JAK sanksi akan diberikan berjenjang ke ranah-ranah lembaga yang dipegang oleh yang bersangkutan.
Sanksi yang diberikan sesuai dengan mekanisme partai yang berlaku.
Juru Bicara Golkar Sulut Feryando Lamaluta yang dihubungi Kamis (28/1/2021) membenarkan bahwa DPP Golkar terus memantau kasus itu.
Dia meminta masyarakat untuk bersabar menanti keputusan lain yang akan diambil oleh partai. DPD Sulut juga sudah memberikan laporan terkait penonaktifan James Kojongian ke DPP Golkar.
"Kami masih menunggu tindakan (sanksi) dari pusat," pungkas dia.
Dicopot
Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) sudah mengambil langkah tegas terkait kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan kadernya James Arthur Kojongian.
Langkah tegas itu berupa penonaktifan James Kojongian sebagai Ketua Harian Golkar Sulut.
Namun publik menginginkan ada tindakan selanjutnya dari partai yang sudah membesarkan nama James Kojongian.
Publik berharap supaya dia dipecat dari keanggotaan partai sehingga status sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut tak lagi disandang pria kelahiran 28 April 1984 itu.
Bagaimana tidak, publik Sulut dibuat geram dengan aksi James Kojongian yang setelah ketahuan diduga berbuat selingkuh,
dia dengan tega menyeret istrinya dengan mobil hingga beberapa meter.
Namun bagimanapun juga keputusan pemecatan James Kojongian menjadi ranahnya Partai Golkar. Apalagi partai itu memilih AD/ART sendiri.
Ketua DPD Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu kepada www.tribunmanado.co.id Kamis (28/1/2021) sudah memberi sinyalemen terkait masa depan James Arthur Kojongian.
Tetty sapaanya mengatakan, bahwa James Kojongian (hanya) nonaktif saja.
Dengan kata lain dia tak akan dilengserkan dari kursi legislator apalagi sampai dipecat dari Partai Golkar.
Kata dia keputusan penonaktifan itu adalah cara terbaik dengan melihat apa yang terjadi selang beberapa hari terakhir ini.
Partai harus secepatnya memgambil keputusan.
Sementara Juru Bicara Golkar Sulut Feryando Lamaluta mengatakan penonaktifan James Kojongian segera akan dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Nantinya pusat yang akan memutuskan soal keputusan itu.
Golkar Sulut juga segera akan mengirim surat ke James Kojongian soal penonaktifan itu.
"Kami akan menyurat ke beliau," kata dia.
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) James Arthur Kojongian akhirnya buka suara dengan kasus dugaan perselingkuhan yang menimpa dirinya.
Dihubungi via pesan whatsaap Rabu (27/1/2020), suami Michaela Elsiana Paruntu itu mengaku bahwa apa yang terjadi kepadanya adalah satu kekhilafan.
"Saya meminta maaf kepada istri saya, kepada keluarga. Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Sulawesi Utara," tulis dia.
Dia berjanji akan memperbaiki kesalahan ini bersama dengan keluargannya.
"Saya minta maaf sedalam-dalamnya atas peristiwa sedih dan menjadi tragedi dalam bahtera rumah tangga saya," tambahnya.