Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Internasional

Amerika Serikat Umumkan Pemulihan Hubungan dengan Palestina: Demi Masa Depan Israel

Amerika serikat akhirnya mengumumkan bahwa pihaknya akan memulihkan hubungan dengan Palestina.

Editor: Rhendi Umar
unsplash.com
Australia Dikecam Palestina Terkait Status Yerusalem Barat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Amerika serikat akhirnya mengumumkan bahwa pihaknya akan memulihkan hubungan dengan Palestina.

Awal dari langkah ini adalah dengan memperbarui bantuan untuk pengungsi Palestina serta pembalikan dari pemutusan hubungan pemerintahan Trump.

Pemerintah AS juga akan mencari solusi atas konflik dua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Melansir Arab News, Duta Besar AS Richard Mills mengumumkan pendekatan Biden pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tingkat tinggi,

dengan mengatakan bahwa pemerintahan baru AS meyakini langkah tersebut merupakan cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel sebagai negara demokratis dan Yahudi,

sambil menjunjung tinggi aspirasi sah rakyat Palestina untuk keadaan mereka sendiri dan untuk hidup dengan martabat dan keamanan. 

Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015).
Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Rabu (30/9/2015). (SPENCER PLATT/GETTY IMAGES/AFP)

Seperti yang diketahui, Pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada Israel, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,

memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv, memangkas bantuan keuangan untuk Palestina dan membalikkan arah ketidakabsahan permukiman Israel di tanah yang diklaim oleh Palestina.

Israel merebut Yerusalem timur dan Tepi Barat dalam perang 1967. Komunitas internasional menganggap kedua wilayah itu sebagai wilayah pendudukan,

dan Palestina tetap berjuang untuk merebut kembali wilayah tersebut. 

Israel telah membangun jaringan permukiman yang sangat luas yang menampung hampir 700.000 pemukim Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem sejak pendudukan mereka pada tahun 1967.

Rencana perdamaian yang dilakukan oleh Trump setahun lalu lebih berpihak pada Israel pada masalah-masalah utama yang diperdebatkan termasuk perbatasan dan status Yerusalem dan permukiman Yahudi.

Hal itu ditolak keras oleh orang-orang Palestina.

Arab News memberitakan, Mills memperjelas pendekatan pemerintahan Biden yang lebih adil terhadap konflik Israel-Palestina.

"Di bawah pemerintahan baru, kebijakan Amerika Serikat akan mendukung solusi dua negara yang disepakati bersama, di mana Israel hidup dalam perdamaian dan keamanan di samping negara Palestina yang layak," katanya.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved