Jilbab
Ramai-ramai Bicara Jilbab, Begini Sejarah Jilbab di Indonesia
Dunia pendidikan saat ini sedang ramai dengan isu kewajiban mengenakan kerudung atau jilbab bagi siswa SMK di Padang
Mereka menyebutnya dengan mihramah atau mihram yang awalnya berasal dari bahasa Arab mahramah.
Seorang perempuan bernama Opu Daeng Siradju dari Palopo juga tercatat sebagai perempuan Indonesia di abad itu yang taat mengenakan jilbab.
Perempuan yang tergolong sebagai perintis pergerakan kemerdekaan Indonesia tersebut tercatat sebagai Ketua Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) pada 14 Januari 1930.
Pada 1950 keturunan bangsawan dari raja-raja Gowa, Bone dan Luwu itu pernah menjadi anggota TNI dengan pangkat terakhir sebagai pembantu letnan.
Di era Orde Baru jilbab di Indonesia masuk pada masa kelamnya. Pada tahun 1983 terjadi perdebatan tentang penggunaan busana Muslim tersebut di sekolah antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Noegroho Notosoesanto. Siswi yang mengenakan jilbab tidak boleh bercampur dengan mereka yang tidak mengenakannya.
Menjelang berakhirnya Pemerintahan Soeharto mulailah komunitas berjilbab bermunculan dan pada tahun 2000 -an ramai-ramai perempuan menyebut pakaian itu sebagai hijab.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hr-rasuna-said.jpg)