Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Torang Kanal

Cewek Manado Angelia Stesy Tacoh Minta Pemerintah Relokasi Warga di Bantaran Sungai 

Di awal tahun 2021, kurang lebih ada 7 warga Manado yang meninggal akibat bencana longsor dan terseret arus sungai. 

Tayang:
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Istimewa/Facebook
Cewek Manado Angelia Stesy Tacoh 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -- Kota Manado seakan tak pernah lepas dari jeratan Banjir dan Tanah Longsor. 

Dalam 7 tahun terakhir, volume air yang terjadi di Kota Manado kian meninggi. 

Di awal tahun 2021, kurang lebih ada 7 warga Manado yang meninggal akibat bencana longsor dan terseret arus sungai. 

Bukan hanya itu, ratusan barang elektronik milik warga juga tidak diterjang luapan sungai. 

Melihat hal ini, salah satu gadis cantik Kota Manado, Angelia Stesy Tacoh pun mencoba memberikan pandangannya. 

Dara berusia 20 tahun ini mengatakan, jika dampak banjir di Manado tak lepas karena pembangunan yang sudah tak terkontrol lagi. 

"Semakin banyak bangunan di Manado membuat aliran sungai kian sempit, jadi jangan heran jika Manado tak pernah lepas dari banjir," ujarnya ketika dihubungi Tribun Manado, Minggu (24/1/2021).

Untuk itu, mahasiswi yang sedang menimba ilmu di Universitas Jayabaya Pulomas Jakarta Timur ini meminta agar pemerintah tidak menutup mata atas bencana ini.

"Karena dari tahun ke tahun Manado tak pernah lepas dari banjir, maka dari itu harus ada langkah tegas dari Pemkot Manado," ucapnya.

Gadis yang punya hobby membaca ini pun meminta agar pemerintah Kota Manado segera merelokasi masyarakat di bantaran sungai. 

Bukan hanya itu, dirinya juga mengusulkan agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, untuk dipindahkan. 

"Langkah konkret seperti ini harus dilakukan, kalau tidak ada tindakan apapun dari pemerintah, maka setiap tahun pasti ada korban yang jatuh," tegasnya. 

Alumnus SMA Rex Mundi Manado ini juga meminta agar Pemkot Manado memperhatikan saluran air di Kota Manado. 

Selain itu, harus memperluas jalan yang ada di Ibukota Provinsi Sulut ini.  

"Masyarakat juga harus diberikan pemahaman tentang dampak membuang sampah sembarangan, agar tak ada lagi saluran yang tersumbat dan mengakibatkan genangan," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved