Breaking News:

Penanganan Covid

Banyak Dikeluhkan Warga, Pembatasan Jam Operasional di Tomohon Akan Ditinjau Kembali

PPKM dalam rangka memutuskan penyebaran Covid-19, sudah diberlakukan di Kota Tomohon kurang lebih sejak dua pekan lalu

Tribun Manado / Hesly Marentek
Pemilik usaha melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka memutuskan penyebaran Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka memutuskan penyebaran Covid-19,

sudah diberlakukan di Kota Tomohon kurang lebih sejak dua pekan lalu.

Namun upaya tersebut ternyata turut membawa dampak, terlebih bagi para pelaku usaha kecil menengah.

Yang mana pembatasan jam operasional membuat omset mereka turun.

Baca juga: Langgar Jam Operasional, Puluhan Pengunjung dan Karyawan Atlantis Cafe Dijemput Polresta Manado 

Baca juga: Langganan Banjir, Warga Ternate Tanjung Tidak Ingin Pindah Rumah

Baca juga: Usai Pelantikan, Bupati Bolsel Minta Izin ke Menteri untuk Lakukan Rolling 

"Memang terjadi penurunan omzet, karena jam operasionalnya terbatas.

Tapi langka ini kami dukung karena tujuannya memang memutuskan rantai penyebaran covid-19," kata seorang pemilik Warung di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara.

Hal yang sama turut diungkapkan salah satu pemilik usaha rumah kopi di Kawasan Patung Tololiu.

Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Timothy Dibawa ke Rumah Duka

Baca juga: Dulu Pramugari, 2 Kali Lolos dari Maut Kecelakaan Pesawat Lalu Cacat, Laura Lazarus Jadi Motivator

"Secara omzet ada penurunan, karena jam operasional sudah terbatas.

Namun upaya Pemerintah ini tetap kami dukung," kata Pria yang engan namanya disebutkan.

Sementara, Kapolres Kota Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot memastikan bakal menyikapi keluhan-keluhan tersebut 

Halaman
12
Penulis: Hesly Marentek
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved