Banjir dan Longsor Manado
PCNU Bolsel Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir dan Longsor di Manado
Bantuan diserahkan langsung Ketua PCNU Bolsel, Zulkarnain Kamaru kepada Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Utara (Sulut).
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Endi juga memastikan jika pihaknya sudah mulai membersihkan kawasan Megamas dari sampah dan material yang dibawa ombak.
"Kita sudah mulai bersihkan, dan semoga tidak ada ombak yang tinggi lagi," ungkapnya.
Parkir Didepan Ruko
Para nelayan asal Kecamatan Sario terpaksa mengungsikan perahu mereka.
Pasalnya ombak setinggi tiga meter yang melanda Kota Manado, sudah merusak banyak perahu yang parkir di pantai Megamas.
Alhasil para nelayan tersebut terpaksa mengevakuasi perahu mereka didepan ruko yang ada di kawasan bisnis Megamas Manado.
Djufri Salim salah satu nelayan mengatakan jika mereka tak ada pilihan selain memindahkan perahu ke depan ruko.
"Soalnya ditepi pantai ombak masih tinggi sampai sekarang. Jadi kami takut perahu rusak," aku dia.
Pria 31 tahun ini mengaku jika ombak tinggi yang melanda Manado benar-benar menghambat mata pencaharian para nelayan.
"Kami bisa apa kalau seperti ini? Cari ikan saja susah," ucapnya.
Dirinya mengaku sudah mendapatkan himbauan dari pemerintah agar tidak melaut.
"Himbauannya sudah disampaikan pada kami. Jadi sampai keadaan membaik, kami tak bisa melaut," tegasnya.
Cafe dan Restoran Rusak
Selain menghantarkan timbunan sampah, gelombang tinggi yang melanda Kota Manado juga merusak restoran di tepian pantai.
Yah, kawasan Megamas Manado memang identik dengan banyaknya tempat kuliner.
Namun tempat kuliner yang biasa ramai dikunjungi warga harus rusak karena diterjang ombak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pcnu-kabupaten-bolaang-mongondow-selatan-bolsel-321.jpg)