Gempa Sulbar
Seorang Ibu Hamil di Tenda Pengungsian Alami Trauma Kapitis, Cederanya Dianggap Berbahaya
Para korban bencana alam gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, masih menjadi perhatian.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Para korban bencana alam gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, masih menjadi perhatian.
Mereka saat ini masih membutuhkan bantuan dari para dermawan agar mereka dapat bertahan hidup.
Salah seorang korban gempa bumi yang masih bertahan di tenda pengungsian di Mamuju adalah seorang ibu hamil bernama Nurmia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis yang mendatangi tenda pengungsian, Nurmia, mengalami trauma kapitis selama berada di tenda pengungsian.
Trauma kapitis adalah cedera kepala yang terjadi karena benturan benda keras dan bisa menyebabkan kerusakan mendadak pada otak.
Cedera otak dapat bersifat ringan hingga yang berat, seperti cacat otak permanen.
Oleh karena itu, Tim Dokkes Polda Sulbar kemudian mengevakuasi Nurmia ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju untuk mendapatkan perawatan.
Kabid Dokkes Polda Sulbar, Kombes Pol Asmarahadi mengatakan, ibu hamil tersebut memang kondisi kesehatannya menurun.
Selama beberapa hari ini, ia berada di tenda pengungsian Dusun Pasada, Simboro, Mamuju.
"Korban sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, diperkirakan korban yang dalam kondisi hamil mengalami penurunan kesehatan akibat tinggal di tenda pengungsian dan mengalami trauma kapitis,"ujarnya.
Usai mengevakuasi ibu hamil, Tim Dokkes gabungan kemudian melakukan pengobatan gratis dan pembagian multi vitamin kepada para pengungsi di Desa Sumare dan Desa Pasada.
Kunjungan Kepala BNPB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meninjau lokasi longsor yang menutup jalur menuju lima desa di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (20/1/2021).
Dalam peninjauan tersebut, Doni melihat bahwa pembukaan jalur yang tertutup timbunan material menggunakan bantuan alat berat mulai membuahkan hasil.
Apalagi saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.