Gempa Sulbar
Kisah Prajurit TNI Menikah di Posko Gempa Sulbar, Layani Pengungsi Sebelum Akad, Viral di Medsos
Jelang akad pernikahannya, prajurit TNI tersebut masih sempat melayani para pengungsi padahal dia sudah berseregan resmi untuk siap-siap ijab kabul
TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa di Sulawesi Barat menyisakan duka bagi masyarakat Indonesia.
Di tengah duka tersebut, seorang warga melangsungkan pernikahannya secara sederhana di lokasi pengungsian gempa Sulbar.'
Akun facebooknya diketahui bernama @Ganti Oli Gratis.
Menikah di tengah kondisi bencana gempabumi yang melanda Sulbar tentunya meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga.
"Saya sangat menginginkan pernikahan yang sangatlah sederhana, ternyata Tuhan mengabulkan (Terimakasih tuhan), tapi tidak pernah terpikir sedikit pun bahwa sederhananya akan seperti ini (ditengah tengah bencana)," tulis ganti @Oli Gratis di Akun media sosialnya.
Dari unggahan Facebook tersebut Tribun Timur melakukan penelusuran.
Rupanya ia bernama Amriadi AS yang akrab disapa Arbol seorang tenaga medis sekaligus prajurit TNI yang sangat aktif melayani para korban di lokasi pengungsian di Mamuju Sulbar.

Terlihat di sampul beranda facebooknya dia bersama istrinya mengenakan seragam TNI dan seragam persit.
"Bersama istri. Kadonya cukup obat-obatan dan perlengkapan bayi kirim ke posko kami."
"Kami tunggu," demikian keterangan foto Arbol di media sosialnya duduk bersama istrinya di posko pengungsian selepas akad nikah.
Dia pun mendapat banyak pujian, bagaimana tidak jelang akad pernikahannya dia masih sempat melayani para pengungsi padahal dia sudah berseregan resmi untuk siap-siap ijab kabul.
"Apalagi yang kau ragukan dari kepeduliaannya, menjelang Akad masih saja sibuk mengurusi bantuan untuk pengungsi.."
"SamawaQ bro berkah Pernikahan ta hari ini koordinator Posko," tulis seorang rekannya Ashari Sarmedi di media sosial yang diposting bersama foto-foto arbol melayani pengungsi meski sudah memakai seragam untuk menikah.
"Deh, hari ini pernikahannya Kak arbol Ganti Oli Gratis."
"Tapi, karena berada di tengah bencana, setelah ijab qabul, langsung turun lapangan, bukan di kursi pelaminan."