Info BMKG

Info BMKG Sulut: Cuaca Ekstrem Masih Dimungkinkan Terjadi, Masyarakat Tetap Waspada

Di pesisir Manado ombak menghantam dan masuk ke darat. Beberapa jalan di kawasan pusat pertokoan rusak.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribun manado / Arthur Rompis
Warga pesisir pantai Bungin di desa Motabang, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong, gotong royong mendirikan tanggul darurat, Senin (18/1/2021) pagi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sulawesi Utara termasuk Manado baru saja mengalami cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

Di Kota Manado banjir dan longsor memakan korban jiwa hingga 6 orang. 

Sementara di pesisir Manado ombak menghantam dan masuk ke darat. Beberapa jalan di kawasan pusat pertokoan nampak rusak. Restoran dan Cafe hancur.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, ada sembilan kecamatan dan 33 kelurahan yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Terkait hal ini, Koordinator Operasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Ben Arther Molle mengatakan kondisi cuaca cenderung membaik di beberapa wilayah di Sulut meski beberapa daerah lainnya masih mengalami hujan lebat.

"Meski cenderung membaik, beberapa wilayah masih harus waspada angin kencang hingga beberapa hari ke depan," ujarnya, Senin (18/1/2021).

Daerah yang perlu waspada angin kencnag di antaranya Manado, Bitung bagian utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud.

Potensi hujan sedang-lebat pun masih terjadi pada Rabu (20/1/2021) sampai Jumat (22/1/2021).di beberapa wilayah di Sulut termasuk Manado.

Masih terjadinya cuaca ekstrem ini menurut Ben memang biasa terjadi di awal tahun karena Januari menjadi puncak musim hujan ditambah curah hujan yang juga meningkat..

Beberapa daerah di Indonesia sendiri saat ini ketambahan curah hujan sebesar 40 persen termasuk Sulut.

Faktor lain yang memicu cuaca ekstrem adalah adanya gangguan atmosfer lainnya seperti fenomena La Nina, kelembaban udara yang relatif tinggi, serta massa udara basah dari Asia.

"Sedangkan secara regional dan lokal, ada pengaruh dari kondisi angin dan libilitas atmosfer yang berdampak pada pembentukan awan," tambahnya.

Cuaca ekstrem ini, menurut Ben masih akan berlangsung hingga awal Februari 2021 dan akan mulai mereda pada sekitar pertengahan atau akhir Februari 2021.

"Kalau La Nina kami prediksi Maret mulai menurun, sehingga fenomena ini akan aktif sampai bulan Februari namun terus melemah," kata Ben.

Terkait hal ini, Ben meminta seluruh masyarakat Sulut tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi termasuk bencana alam speerti banjir, puting beliung, bahkan tanah longsor yang disebabkan angin kencang dan curah hujan tinggi di tengah puncak musim hujan.

"BMKG sendiri akan rutin menyampaikan prakiraan cuaca per 3 hari atau 7 hari," tutup Ben.(*)

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta 19 Januari: Andin Lari ke Bogor, Reyna Menangis Minta Ibunya Pulang

Baca juga: Bacaan Alkitab Selasa 19 Januari 2021, Kolose 3:22-23: Hamba yang Tulus Hati

Baca juga: Klasemen Liga Inggris Usai Arsenal vs Newcastle United, Penantian Aubameyang Setelah Setengah Tahun

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved