Torang Kanal
Gadis Cantik Asal Minut Nanda Agnesya Weenas, Sebut Bencana Momentum Koreksi Diri
Bencana yang terjadi saat ini, tidak serta merta hanya disebabkan oleh faktor alam, namun juga manusia
Penulis: Erlina Langi | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Bencana yang terjadi saat ini, tidak serta merta hanya disebabkan oleh faktor alam, namun juga manusia.
Hal itu diungkapkan gadis cantik Nanda Agnesya Weenas, S.AP
Darah kelahiran Airmadidi, 26 Agustus 1992 terebut mengatakan bencana ini, merupakan momentum manusia untuk mengintrospeksi diri.
"Sebab seringkali kita lupa bahwa sebenarnya manusia lah, yang justru menjadi penyebab terjadinya bencana banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Baca juga: Daihatsu Raih Ranking 2 Penjualan Ritel Otomotif Indonesia 12 Tahun Berturut
Baca juga: Bandara Sam Ratulangi Peduli, Berikan Bantuan untuk Korban Banjir Manado
Baca juga: Dalam Kurun 5 Tahun, Satu Kendaraan Dinas Milik Pemkot Didum Jadi Milik Wali Kota Tomohon
Gadis yang hobi membaca tersebut mengatakan ekspansi hutan yang berlebihan,
reklamasi serta kurangnya kesadaran manusia untuk tidak membuang sampah sembarangan adalah penyebab utama terjadinya banjir dan tanah longsor.
"Untuk itu, diharapkan bencana harus menjadi momentum kita untuk kembali melakukan introspeksi diri, dan lebih menyelaraskan hidup dengan alam serta menjaga lingkungan," ujarnya
Alumni Fisip Unsrat tersebut pun mengajak agar semua elemen masyarakat kembali bercermin dan harus mampu menyeimbangkan antara pembangunan dan melestarikan alam. (drp)
Baca juga: Sultan Ditangkap Miliki 142 Butir Obat Keras Ilegal
Baca juga: Seorang Polisi Menangis, Terjadi Saat Membujuk Nenek 90 Tahun Untuk Dievakuasi, Rumahnya Kebanjiran
Longsor
Hujan disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Minahasa Utara (Minut) mengakibatkan tanah longsor yang menimbun salah satu rumah warga di Kelurahan Saronsong I, Kecamatan Airmadidi
Kabid Kedaruratan dan Logistik Hein V W Parengkuan SE saat dikonfirmasi Tribun Manado, Senin (18/1/2021) membenarkan hal tersebut.
Ia mengatakan tanah longsor yang terjadi, menimbun dapur satu rumah warga, meski begitu, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Baca juga: Laga Inter Vs Juventus, Momen Tak Terlupakan Bagi Arturo Vidal, Cium Logo Si Nyonya Tua
Baca juga: Pemeran Andin di Sinetron Ikatan Cinta Amanda Manopo Ungkap Pernah Dua Kali Gagal Nikah
"Satgas penanganan bencana juga telah memantau dan melakukan evakuasi, untuk sementara penghuni rumah sudah kita pindahkan ke lokasi yang lebih aman," jelasnya.
Parengkuan berharap dalam kondisi cuaca seperti ini, masyarakat patut waspada dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, terutama yang bermukim di lokasi rawan bencana.
"Di sisi lain pemerintah desa, juga wajib melakukan koordinasi terkait kondisi terkini wilayah masing-masing, agar ketika terjadi bencana, proses penanganan dan evakuasi dapat secepatnya dilakukan," tandas dia. (drp)
Baca juga: Puskesmas Motongkad Telah Lakukan Simulasi Vaksinasi Covid-19
Baca juga: Abrasi di Sejumlah Titik, Pesisir Bolmong Rawan, DPRD Minta Dirikan Tanggul
Baca juga: Lucu Saja, Dokter Bergaul Sama Minyak & Listrik, Pernyataan Ribka Tjiptaning Soal Rotasi Fraksi PDIP
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nanda-agnesya-weenas.jpg)