Kisah

Sosok Pemuda Bersorban yang Wajahnya Dipenuhi Tato, Mantan Anak Pesantren yang Kembali Pulang

Ahmad Nur Kusuma Yuda. Yuda Sedari kecil sekolah di pesantren namun saat remaja ia memutuskan kabur dan memilih jalanan.

Editor: Rizali Posumah
NET
Ilustrasi seorang musafir sufi. Para pengembara ruhani yang senantiasa mencari jalan menuju Tuhan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini adalah kisah tetang seorang pemuda yang memutuskan untuk kembali ke agama. 

Namanya adalah Ahmad Nur Kusuma Yuda. Yuda Sedari kecil sekolah di pesantren namun saat remaja ia memutuskan kabur dan memilih jalanan. 

Setelah lama mengembara, Yuda pun memutuskan pulang kembali ke Agama.

Simak kisah selengkapnya sebagaimana yang ditulis oleh Riska Farasonalia dan terbit di Kompas.com:

-------------------------

Ahmad Nur Kusuma Yuda di Masjid Jami Al-Istiqomah Jalan Kusuma Wardani, Pleburan.
Ahmad Nur Kusuma Yuda di Masjid Jami Al-Istiqomah Jalan Kusuma Wardani, Pleburan. (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Seorang pemuda dengan wajah penuh tato sedang duduk bersila di dalam sebuah masjid di daerah Peleburan, Kota Semarang.

Mengenakan sorban putih di kepala dan pakaian gamis panjang dengan warna serupa, dia tampak tersenyum ramah.

Pemuda berusia 21 tahun itu bernama Ahmad Nur Kusuma Yuda yang karib disapa Yuda.

Sosoknya memang tampak menyeramkan dengan tato di wajah dan sekujur tubuhnya.

Namun, suaranya terdengar lembut saat berbicara dan jauh dari kesan gahar.

Sejak kecil, pemuda kelahiran Tangerang ini memang lekat dengan tato.

Semua tatonya ia dapatkan ketika dirinya memulai kisah hidupnya di jalanan.

Saat duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) di Klaten dan sekolah dasar (SD) dirinya mengenyam pendidikan agama sebagai santri di pondok pesantren.

Setelah lulus SD, dia harus berpindah melanjutkan sekolah di pesantren dakwah di Salatiga.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved