Virus Corona
Pahami Urutan Gejala Awal Seseorang Terinfeksi Corona, Bisa Jadi Ada di Sekitar Anda
Hal itu terlihat dari makin banyaknya orang yang terjangkit virus mematikan ini setiap hari.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi Covid-19 di Indonesia tak kunjung berakhir meski usianya hampir setahun. Hal itu terlihat dari makin banyaknya orang yang terjangkit virus mematikan ini setiap hari.
Banyak studi yang memaparkan gejala seseorang yang terinfeksi virus corona.
Secara umum, gejalanya adalah, suhu tinggi, batuk, hingga sesak napas.
Namun gejala tersebut bisa sangat berbeda dari orang ke orang.
Sebuah studi dari Frontiers in Public Health mengungkapkan adanya urutan gejala yang umumnya dialami penderita Covid-19.
Studi itu dipimpin oleh para ahli di USC Michelson Center Convergent Science Institute in Cancer, LA.
"Pasien COVID-19 memiliki gejala yang mirip dengan penyakit umum lainnya," tulis penulis.
Apa saja? Berikut urutan gejala Covid-19 seperti yang dilansir eatthis.com.
1. Umumnya diawali dengan demam
"Covid-19 dimulai, dalam banyak kasus, seperti flu," lapor Mercury News.
"Anda mungkin mengalami demam 38 derajat Celcius atau lebih."
"Tapi itu bisa menyesatkan, karena beberapa pasien tidak pernah mengalami demam."
2. Kemudian batuk dan nyeri otot
Dr. Anthony Fauci, ahli penyakit menular terkemuka sekaligus direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, telah memperingatkan tentang batuk dan "mialgia", yang merupakan nyeri otot.
Batuk Covid biasanya kering dan tidak mengeluarkan dahak.
3. Kemudian mual dan muntah
"Demam, batuk, dan sesak napas adalah gejala klasik COVID-19, tetapi mungkin ada gejala gastrointestinal, seperti mual dan diare, yang terlewat, menurut penelitian Stanford Medicine," lapor Universitas.
"Para peneliti menemukan bahwa, selain gejala pernapasan atas, sejumlah besar orang yang sakit dengan virus baru juga menderita kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan diare."
Baca juga: Sakit Kepala sebagai Gejala Covid-19, Bagaimana Mengetahuinya?
4. Berakhir dengan diare
Diare bisa menjadi gejala Covid-19 yang sering kali merupakan gejala terakhir.
Jika Anda merasa lebih baik setelahnya, bersyukurlah.
Mereka yang mengidap Sindrom Pasca-COVID mungkin memiliki masalah pencernaan (atau masalah seperti kelelahan, rambut rontok, dan masalah neurologis) selama berbulan-bulan, mungkin bertahun-tahun, mungkin seumur hidup.
Tentu Ada Gejala Lain, dan Urutannya Dapat Bervariasi
Salah satu hal paling buruk tentang COVID-19 adalah setiap orang mengalaminya secara berbeda.
Selain demam, "gejala khasnya adalah batuk, kelelahan, mual, dan sesak napas. Gejala yang paling tidak biasa adalah hilangnya penciuman dan rasa, yang bisa mendahului timbulnya gejala pernapasan," kata Mercury News.
Selain itu, urutan gejalanya juga bisa berubah.
Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala di atas?
"Jika Anda mengalami demam, batuk, atau gejala lain, Anda mungkin menderita COVID-19," kata CDC.
"Kebanyakan orang memiliki penyakit ringan dan dapat pulih di rumah. Jika Anda merasa telah terpapar COVID-19, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda."
Bagaimana cara bertahan dari pandemi?
Kita bisa membantu mengakhiri lonjakan kasus Covid-19 di mana pun Anda tinggal.
Selalu kenakan masker, terapkan jarak sosial, hindari kerumunan besar, jangan masuk ke dalam ruangan dengan orang yang tidak Anda kenal (terutama di bar).
Praktikkan pula kebersihan tangan yang baik, segera vaksinasi setelah tersedia dan untuk melindungi hidup Anda dan kehidupan orang lain.(*)