Ombak Tinggi di Manado
Gelombang Tinggi di Manado, Perahu Nelayan Parkir di Kawasan Megamas
Djufri Salim salah satu nelayan mengatakan jika mereka tak ada pilihan selain memindahkan perahu ke depan ruko.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -- Para nelayan asal Kecamatan Sario terpaksa mengungsikan perahu mereka.
Pasalnya ombak setinggi tiga meter yang melanda Kota Manado, sudah merusak banyak perahu yang parkir di pantai Megamas.
Alhasil para nelayan tersebut terpaksa mengevakuasi perahu mereka didepan ruko yang ada di kawasan bisnis Megamas Manado.
Djufri Salim salah satu nelayan mengatakan jika mereka tak ada pilihan selain memindahkan perahu ke depan ruko.
"Soalnya ditepi pantai ombak masih tinggi sampai sekarang. Jadi kami takut perahu rusak," aku dia.
Pria 31 tahun ini mengaku jika ombak tinggi yang melanda Manado benar-benar menghambat mata pencaharian para nelayan.
"Kami bisa apa kalau seperti ini? Cari ikan saja susah," ucapnya.
Dirinya mengaku sudah mendapatkan himbauan dari pemerintah agar tidak melaut.
"Himbauannya sudah disampaikan pada kami. Jadi sampai keadaan membaik, kami tak bisa melaut," tegasnya.
Cafe dan Restoran Rusak
Selain menghantarkan timbunan sampah, gelombang tinggi yang melanda Kota Manado juga merusak restoran di tepian pantai.
Ya, kawasan Megamas Manado memang identik dengan banyaknya tempat kuliner.
Namun pada Senin (18/1/2021), tempat kuliner yang biasa ramai dikunjungi warga harus rusak karena diterjang ombak.
Amatan Tribun Manado, beberapa restoran yang rusak diterjang ombak diantaranya Balapan Manado, Soto Rusuk Ko Petrus, hingga tenan-tenan di Jangkar Manado.
Billy Soputan, salah satu karyawan mengaku jika resto tempat dirinya bekerja harus tutup cepat kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/perahu-para-nelayang-yang-parkir-di-depan-ruko-megamas.jpg)