Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir dan Longsor di Manado

BRI Peduli Bantu Korban Banjir dan Longsor di Manado

Pemimpin Wilayah BRI Manado, Rudy Andimono dan Pemimpin Cabang BRI Manado, Purwanto dan jajaran keliling membagikan bantuan.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Isitmewa
BRI Manado menyerahkan bantuan bagi para korban banjir dan longsor di sejumlah titik di Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Manado langsung bergerak membantu korban bencana banjir dan tanah longsor. 

BRI memberikan bantuan sehari setelah banjir dan longsor menerjang Manado, Minggu (17/012021). 

Pemimpin Wilayah BRI Manado, Rudy Andimono dan Pemimpin Cabang BRI Manado, Purwanto dan jajaran keliling membagikan bantuan

Bantuan berupa paket bahan pokok, makanan siap saji dan air mineral dibawa ke lokasi-lokasi yang sempat dilanda banjir. 

Termasuk juga ke titik longsor. Adapun lokasi yang dijangkau program BRI Peduli ini meliputi Paal IV, Perkamil, Tuminting, Bailang, Pasar Bobo dan Kelurahan Komo Luar. 

Pinca BRI Manado, Purwanto mengatakan, BRI Peduli merupakan program yang memang diadakan untuk membantu masyarakat yang butuh uluran tangan. 

"Semoga dengan adanya bantuan ini bisa membantu mereka yang tertimpa bencana," kata Purwanto kepada Tribun, Senin (18/01/2021. (ndo) 

Baca juga: Profil Yusra Alhabsy, Sekretaris DPW PKB Sulut Asal Bolmong, Berawal Dari Parlemen Jalanan

Baca juga: Masih Ingat Erra Fazira, Mantan Istri Engku Emran? Kini Ungkap Bahagia Bisa Bertemu Sang Anak

Baca juga: PENJELASAN BMKG Mengapa Sampai Terjadi Gelombang Tinggi di Area Mantos dan Megamas Manado

Banjir Longsor di Manado, 6 Meninggal, Warga Lepas Ternak, Pesawat Gagal Mendarat

Sebagaiamana yang telah diberitakan warga Kota Manado, Sulawesi Utara diselimuti duka setelah hujan deras yang terjadi sepanjang Sabtu (17/01/2021).      

Hujan deras menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kota Manado. Bencana longsor menyebabkan 6 orang meninggal dunia.

Identitas korban yakni Fany Poluan (53), Arni Lorens (40) dan Chelsea (7). Aiptu Kifni Kawulur (48). Meyni Pondaag (62) dan San Hasan.

Korban Fany Poluan, Arni Lorens dan Chelsea merupakan satu keluarga. Mereka meninggal tertimbun longsor di rumahnya di Perkamil saat tengah tertidur pulas. 

Aiptu Kifni Kawulur meninggal tertimbun tanah di rumahnya sekitar pukul 15.15 Wita

Sementara Meyni Pondaag dan San Hasan meninggal saat terjadi longsor di Jalan Sea, Kecamatan Malalayang. 

Longsor menyebabkan tanggul jebol menimpa kediaman Keluarga Makarawung-Pondaag di Lorong Cempaka, Kelurahan Malalayang I Barat Lingkungan II, Sabtu (16/01/2021) sore.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved