Banjir Longsor di Manado
Jenazah Korban Longsor di Jalan Sea Dibawa ke RS Bhayangkara
Jenazah San Hassan, warga Malalayang Yanga tertimbun longsor di jalan Sea berhasil dievakuasi Basarnas Manado.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
"1 korban lainnya adalah seorang anggota kepolisian bernama Aiptu Kifny Kawulur warga yang juga tertimbun longsor," bebernya.
Sementara itu, longsor di titik lainnya terjadi di Kecamatan Malalayang.
Di titik ini, dilaporkan ada dua korban yang tertimbun.
Namun satu di antaranya yakni Meini Pondaag berhasil ditemukan Basarnas Manado dalam keadaan meninggal dunia.
Sedangkan satu korban lainnya yakni San Hasan (30) ditemukan keesokan hari, Minggu (17/1/2021) juga dalam keadaan sudah meninggal.
Basarnas Manado memastikan jika ada 6 orang korban tertimbun longsor di Kota Manado. Dan dipastikan telah meninggal dunia.
Bersihkan Perabotan
Pasca banjir yang melanda Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado.
Warga pun mulai membersihkan perabotan rumah dan barang-barang yang terendam air.
Amatan Tribun Manado, Minggu (17/1/2021) di Jalan Permuda, Kecamatan Sario, terlihat mulai kasur hingga sofa dijemur warga ditengah jalan.
Ci Eng salah satu warga yang memiliki usaha indekos mengaku jika TV dan perabotan rumahnya terendam air.
"Pas hujan deras, saya sudah amankan semua surat-surat berharga. Tapi TV saya lupa jika ada di lantai satu," ujarnya.
Ia mengaku jika banjir tahun ini lebih parah daripada tahun sebelumnya.
"Tahun lalu tidak setinggi ini volume airnya," bebernya.
Wanita 64 tahun ini berharap ada bantuan dari pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jenazah-san-hassan-warga-malalayang-yang-tertimbun-longsor-di-jalan-sea.jpg)