Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir Longsor di Manado

Jenazah Korban Longsor di Jalan Sea Dibawa ke RS Bhayangkara 

Jenazah San Hassan, warga Malalayang Yanga tertimbun longsor di jalan Sea berhasil dievakuasi Basarnas Manado.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Istimewa/Basarnas Manado
Jenazah San Hassan, warga Malalayang yang tertimbun longsor di jalan Sea saat berhasil dievakuasi Basarnas Manado, Minggu (17/1/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO --- Setelahn terkubur dalam longsor selama satu hari penuh. 

Jenazah San Hassan, warga Malalayang Yanga tertimbun longsor di jalan Sea berhasil dievakuasi Basarnas Manado.

Humas Basarnas Manado Ferry Ariyanto membenarkan hal tersebut. 

Ia mengaku jika korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

"Setelah kami temukan bagian tangannya, sekitar 25 menit kemudian, korban berhasil kami evakuasi," ujarnya melalui saluran telepon, Minggu (17/1/2021). 

Basarnas Manado berhasil menemukan satu korban yang tertimbun longsor di Jalan Sea, Kecamatan Malalayang, bernama San Hasan, Minggu (17/1/2021)
Basarnas Manado berhasil menemukan satu korban yang tertimbun longsor di Jalan Sea, Kecamatan Malalayang, bernama San Hasan, Minggu (17/1/2021) (Istimewa/Basarnas Manado)

Ferry menambahkan jika korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. 

"Tadi sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan medis," ucapnya. 

Ia mengaku jika pencarian korban berjalan dengan lancar. 

"Alhamdulillah lancar, dan tak ada kendala," tegasnya. 

Sebelumnya pada Sabtu (16/1/2021) malam Basarnas menemukan seorang perempuan bernama Meini Pondaag yang tertimbung longsor. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

6 Orang Korban 

Tiga Orang Yang meninggal dunia di Manado yang dievakuasi oleh Tim Basarnas
Tiga Orang Yang meninggal dunia di Manado yang dievakuasi oleh Tim Basarnas (Tribunnews)

Bencana longsor yang terjadi di Kota Manado akibat curah hujan yang tinggi memakan korban jiwa. 

Dari titik pertama yakni di Kelurahan Perkamil, longsor mengakibatkan 3 korban jiwa. 

Kepala Lingkungan V Kelurahan Perkamil Grace Tabaluyan mengatakan jika keempat korban beridentitas Fanny Poluan (50), Ani Laurenst, dan seorang anak bernama Chealse (8 tahun).

Menurut Tabaluyan, musibah yang merenggut 3 korban jiwa ini, terjadi sekitar pukul 14.30 wita hari ini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved