Banjir Longsor di Manado
Jenazah Korban Longsor di Jalan Sea Dibawa ke RS Bhayangkara
Jenazah San Hassan, warga Malalayang Yanga tertimbun longsor di jalan Sea berhasil dievakuasi Basarnas Manado.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO --- Setelahn terkubur dalam longsor selama satu hari penuh.
Jenazah San Hassan, warga Malalayang Yanga tertimbun longsor di jalan Sea berhasil dievakuasi Basarnas Manado.
Humas Basarnas Manado Ferry Ariyanto membenarkan hal tersebut.
Ia mengaku jika korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
"Setelah kami temukan bagian tangannya, sekitar 25 menit kemudian, korban berhasil kami evakuasi," ujarnya melalui saluran telepon, Minggu (17/1/2021).
Ferry menambahkan jika korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
"Tadi sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan medis," ucapnya.
Ia mengaku jika pencarian korban berjalan dengan lancar.
"Alhamdulillah lancar, dan tak ada kendala," tegasnya.
Sebelumnya pada Sabtu (16/1/2021) malam Basarnas menemukan seorang perempuan bernama Meini Pondaag yang tertimbung longsor. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
6 Orang Korban
Bencana longsor yang terjadi di Kota Manado akibat curah hujan yang tinggi memakan korban jiwa.
Dari titik pertama yakni di Kelurahan Perkamil, longsor mengakibatkan 3 korban jiwa.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Perkamil Grace Tabaluyan mengatakan jika keempat korban beridentitas Fanny Poluan (50), Ani Laurenst, dan seorang anak bernama Chealse (8 tahun).
Menurut Tabaluyan, musibah yang merenggut 3 korban jiwa ini, terjadi sekitar pukul 14.30 wita hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jenazah-san-hassan-warga-malalayang-yang-tertimbun-longsor-di-jalan-sea.jpg)